kabar

Arab Saudi tolak bebaskan ulama meski masa hukumannya sudah habis

Syekh Sulaiman ditangkap pada 2004 lantaran paham-pahamnya sangat radikal. Empat tahun sebelumnya, dia berfatwa menyerukan serangan bunuh diri terhadap Israel.

26 Januari 2019 23:14

Arab Saudi menolak membebaskan Syekh Sulaiman al-Alwan, ulama berpaham Salafi, meski masa hukumannya sudah berakhir.

Lembaga pemantau hak asasi manusia di Arab Saudi, Prisoners of Conscience, hari ini mengungkapkan kondisi kesehatan lelaki berumur setengah abad itu kian buruk. Selama mendekam dalam penjara, dia lebih banyak tidak sadarkan diri.

"Dia dalam sel isolasi dan pemerintah Saudi menolak membawa dia ke rumah sakit atau membebaskan dia walau masa hukumannya telah habis," kata Prisoners of Conscience melalui Twitter.    

Syekh Sulaiman ditangkap pada 2004 lantaran paham-pahamnya sangat radikal. Empat tahun sebelumnya, dia berfatwa menyerukan serangan bunuh diri terhadap Israel. Pada 2001, dia menyatakan dukungan terhadap penghancuran Bamiyan, patung Buddha raksasa di Afghanistan, oleh Taliban.

Masjid Syekh Sulaiman di Provinsi Al-Qasim, Arab Saudi, dianggap oleh para ulama moderat sebagai pabrik teroris. Salah satu muridnya, Abdul Aziz al-Umari, termasuk dalam rombongan pembajak pesawat melakukan serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Dalam perkembangan lain, pihak berwenang Arab Saudi hanya melepaskan Syekh Muhammad al-Habadan selama tiga jam untuk menjenguk putrinya sedang sakit. 

Ulama Arab Saudi Dr. Ahmad al-Amari. (Twitter)

Ulama Arab Saudi koma karena perlakuan buruk dalam penjara

Mantan dekan di Universitas Islam Madinah ini ditangkap tanpa dakwaan.

Ulama Arab Saudi Dr Ali al-Umari. (Twitter)

Ulama Arab Saudi derita luka bakar sekujur tubuh akibat disiksa dalam penjara

Pengadilan pidana Arab Saudi menggelar sidang secara rahasia telah menuntut Dr. Ali al-Umari bareng dua ulama tersohr Arab Saudi lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Salman al-Audah, dengan hukuman mati.

Dr Muhammad al-Arifi, ulama Arab Saudi dilarang berhaji. (Twitter)

Arab Saudi larang seorang ulama berhaji

Dua imam Masjid Al-Haram masih ditahan.

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Dalam setahun, Arab Saudi tahan 60 ulama

Selain ulama, Arab Saudi juga menahan lebih dari 50 profesor, sepuluh pengacara, 20 aktivis hak asasi manusia, 25 wartawan, 60 pemegang gelar PhD, 40 penulis, dan sepuluh perempuan.





comments powered by Disqus