kabar

Satu demonstran Sudan tewas di tahanan intelijen

Dua pekan lalu, seorang mahasiswa meninggal dalam tahanan badan keamanan di Ibu Kota Khartu

04 Februari 2019 11:34

Seorang demonstran di Sudan tewas Sabtu pekan lalu dalam tahanan badan intelijen. 

Melalui keterangan tertulis, Komite Sentral Dokter Sudan menyebutkan korban meninggal adalah guru bernama Ahmad al-Khair. Namun tidak ada penjelasan bagaimana dia tewas dan penyebabnya. 

Srjauh ini belum ada komentar dari polisi mengenal kematian Ahmad.

Dua pekan lalu, seorang mahasiswa meninggal dalam tahanan badan keamanan di Ibu Kota Khartum. 

Sudan dilanda demonstrasi besar sejak pertengahan bulan lalu. Para pengunjuk rasa mengecam kian mahalnya biaya hidup dan menuntut Presiden Umar al-Basyir lengser.

Pihak berwenang di Sudan mengklaim korban terbunuh akibat bentrok dengan aparat keamanan berjumlah 31 orang, tapi kubu oposisi menyebut 50 orang tewas.

 

 

 

 

 

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.

Milisi Janjawid beroperasi di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Twitter)

Mogok umum dimulai di Sudan

Penduduk Khartum bilang kepada Middle East Eye, situasi di jalan tidak aman. Dia merasa suasana sekarang seperti tahanan rumah massal.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Tentara serbu demonstran duduk di Khartum tewaskan 100 orang

Paramiliter memperkosa perempuan, menembaki dan memukuli warga si[il tidak bersenjata.





comments powered by Disqus