kabar

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

08 Februari 2019 12:05

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengutarakan niatnya untuk membunuh wartawan Jamal Khashoggi pada 2017. 

Gagasan itu dia sampaikan kepada salah satu asisten kepercayaannya, Turki ad-Dakhil, saat berbincang berdua pada September 2017. Informasi ini merupakan hasil laporan intelijen NSA (Badan Keamanan Nasional) Amerika Serikat.

Saat itu Khashoggi, lari dari Saudi sejak 2017 dan menetap di Amerika, sudah mulai mengkritik kebijakan-kebijakan Bin Salman melalui kolom di surat kabar the Washington Post dan Twitter. 

Anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini merasa kritikan pedas Khashoggi bisa merusak citra ingin dia bikin sebagai tokoh reformis. Karena itu, Bin Salman bilang kalau Khashoggi tidak mempan dirayu untuk pulang ke Saudi, maka mesti dipaksa. 

"Kalau kedua cara itu gagal, saya akan memburu Khashoggi dengan 'peluru'," kata Bin Salman kepada Ad-Dakhil. 

Para analis menganggap peluru sekadar kata metafora untuk menggambarkan Bin Salman memang serius ingin menghabisi Khashoggi. 

Ide itu dilaksanakan setahun kemudian. Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober tahun lalu di dalam Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki. Mayatnya lalu dimutilasi dan hingga kini belum ditemukan. 

Turki, Senat Amerika, dan CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) meyakini Bin Salman memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi. Alasannya, tujuh dari 15 anggota tim pembunuh adalah pengawal pribadi Bin Salman.

Mahir Mutrib, ketua tim melapor kepada Saud al-Qahtani, juga orang kepercayaan Bin Salman, setelah misi rampung. 

Desember tahun lalu, the Wall Street Journal melaporkan Bin Salman dan Al-Qahtani saling bertukar pesan sebelum dan sehabis Khashoggi dihabisi. 

Beberapa hari sebelum berbicara dengan Ad-Dakhil, Bin Salman mengungkapkan niatnya membunuh Khashoggi kepada Al-Qahtani. 

Al-Qahtani memperingatkan bosnya itu untuk membatalkan niatnya menghabisi Khashoggi lantaran berisiko dan dapat mengundang kemarahan dunia internasional. 

Bin Salman ogah mendengar saran Al-Qahtani. Dia bilang Saudi tidak harus peduli reaksi internasional dalam menangani warga negarany sendiri. 

Setelah Khashoggi dilenyapkan Riyadh berkali-kali membantah Bin Salman terlibat. Laporan komisi investigasi bikinan Saudi juga berkesimpulan serupa. 

Namun kecurigaan Bin Salman sebagai dalang menguat sebab proses hukum atas 21 tersangka berlangsung tertutup. Sampai sekarang Saudi tidak melansir nama-nama tersangka.

 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Laporan intelijen Amerika simpulkan Bin Salman setujui operasi pembunuhan Khashoggi

Keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman.





comments powered by Disqus