kabar

Kesehatan Raja Salman mencemaskan

Raja Salman juga mengidap sakit punggung dan sakit lutut parah akibat dislokasi sendi.

10 Februari 2019 12:10

Kondisi kesehatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz kian mencemaskan. Di usia sangat sepuh, 84 tahun, keadaan penguasa negara Kabah itu kerap anjlok. 

Pernah dalam sebuah kegiatan, menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana, Raja Salman tidak mampu berjalan lebih dari 20 meter. Dia akhirnya diangkut ke istana menggunakan mobil golf. 

Sumber itu mengungkapkan dokter sudah mendiagnosis Raja Salman menderita Alzheimer pada 2012. Dia juga menjalani operasi lantaran ada penyumbatan di jantungnya. 

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak. 

"Raja Salman menderita insomnia ekstrem dan hanya bisa tidur menggunakanZolpidem," kata sumber Albalad.co.

Raja Salman, lanjutnya, juga mengidap sakit punggung dan sakit lutut parah akibat dislokasi sendi. 

Kalau ingatannya kembali, Raja Salman marah dan tegang. Karena itulah, tim dokter menggunakan Xanax agar dia tenang. 

Sumber itu menegaskan buruknya kesehatan Raja Salman membikin Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman girang. Sebab dia berambisi naik takhta. 

Karena itu selain dokter pribadi, Bin Salman menunjuk tim dokter dari klinik kerajaan dipimpin oleh Dr. Saleh al-Qahtani dan tim dokter dari Cleveland, Amerika Serikat, untuk merawat Raja Salman. 

Dr. Saleh adalah kerabat dari Saud al-Qahtani, orang kepercayaan Bin Salman terlibat dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Kota Istanbul, awal Oktober tahun lalu. 

"Saud al-Qahtani berkoordinasi dengan Dr. Saleh untuk mempercepat kematian Raja Salman, termasuk mendorongnya menghabiskan obat tidur tanpa peduli bisa kelebihan dosis," ujar sumber itu. 

 

 

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.





comments powered by Disqus