kabar

Raja Bahrain tertarik bina hubungan diplomatik dengan Israel

Pesan itu disampaikan kepada Netanyahu dua tahun lalu.

12 Februari 2019 17:42

Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah rupanya kesengsem terhadap Israel. Dia ingin membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu. 

Niat itu disampaikan Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah dalam pertemuan rahasia dengan mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni dua tahun lalu, di sela Konferensi Keamanan Munich, seperti dilansir stasiun televisi Channel 13 asal Israel.

Khalid meminta kepada Livni untuk menyampaikan pesan itu kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sudah dilakukan. 

Laporan Chanbel 13 ini mengutip sejumlah pejabat senior Israel menolak ditulis namanya. Livni enggan mengomentari berita itu. 

Kabar ini muncul ketika Israel tengah getol berupaya menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan muslim. Netanyahu bulan lalu melawat ke Chad sekaligus membuka kembali hubungan diplomatik antara kedua negara.

 

 

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat jamuan makan siang dengan tiga tamunya - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Perdana Menteri Slowakia Peter Pellegrini, dan Perdana Menteri Ceko Andreij Babis - di kediaman resminya di Yerusalem. (Twitter/@netanyahu)

Hungaria akan buka kantor dagang di Yerusalem

Kantor dagang itu akan memiliki status diplomatik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burita. (Middle East Monitor)

Netanyahu bertemu menteri luar negeri Maroko

Netanyahu dijadwalkan ke negara Arab magribi itu bulan depan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Revolusi di Sudan menuntut Presiden Umar al-Basyir mundur meletup sejak 19 Desember 2018. (Twitter)

Khartum izinkan pesawat Israel membawa Netanyahu lintasi Sudan Selatan

Israel memang bersahabat dengan Sudan Selatan, namun wilayah udaranya masih di bawah kontrol Sudan, tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus