kabar

Raja Bahrain tertarik bina hubungan diplomatik dengan Israel

Pesan itu disampaikan kepada Netanyahu dua tahun lalu.

12 Februari 2019 17:42

Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah rupanya kesengsem terhadap Israel. Dia ingin membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu. 

Niat itu disampaikan Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah dalam pertemuan rahasia dengan mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni dua tahun lalu, di sela Konferensi Keamanan Munich, seperti dilansir stasiun televisi Channel 13 asal Israel.

Khalid meminta kepada Livni untuk menyampaikan pesan itu kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sudah dilakukan. 

Laporan Chanbel 13 ini mengutip sejumlah pejabat senior Israel menolak ditulis namanya. Livni enggan mengomentari berita itu. 

Kabar ini muncul ketika Israel tengah getol berupaya menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan muslim. Netanyahu bulan lalu melawat ke Chad sekaligus membuka kembali hubungan diplomatik antara kedua negara.

 

 

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu telepon video dengan narablog Arab Saudi

Saud awal bulan ini kedatangan dua tamunya asal Israel dan menginap di kediamannya di Ibu Kota Riyadh.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Al-Arabiya)

Netanyahu gagal bentuk pemerintahan

Gantz memiliki 28 hari buat membangun sebuah kabinet koalisi. Kalau gagal, maka Israel tahun ini bakal menggelar pemilihan umum ketiga.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Presiden Israel tugaskan Netanyahu bentuk kabinet

Kalau Netanyahu gagal membentuk kabinet seperti terjadi setelah pemilihan umum April lalu, Rivlin bisa memberikan mandat kepada Gantz atau anggota Likud lainnya. Dia juga dapat meminta Knesset memilih seorang calon perdana menteri dengan sokongan 61 anggota dalam waktu 21 hari.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Ulama Saudi menolak diwawancarai media Israel saat berziarah ke Kamp Auschwitz

Lawatan Syekh Muhammad al-Isa itu berlangsung saat Arab Saudi sedang mempromosikan perubahan dari wajah Wahabi kaku dan keras menjadi Islam moderat.

24 Januari 2020

TERSOHOR