kabar

Raja Bahrain tertarik bina hubungan diplomatik dengan Israel

Pesan itu disampaikan kepada Netanyahu dua tahun lalu.

12 Februari 2019 17:42

Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah rupanya kesengsem terhadap Israel. Dia ingin membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu. 

Niat itu disampaikan Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah dalam pertemuan rahasia dengan mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni dua tahun lalu, di sela Konferensi Keamanan Munich, seperti dilansir stasiun televisi Channel 13 asal Israel.

Khalid meminta kepada Livni untuk menyampaikan pesan itu kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sudah dilakukan. 

Laporan Chanbel 13 ini mengutip sejumlah pejabat senior Israel menolak ditulis namanya. Livni enggan mengomentari berita itu. 

Kabar ini muncul ketika Israel tengah getol berupaya menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan muslim. Netanyahu bulan lalu melawat ke Chad sekaligus membuka kembali hubungan diplomatik antara kedua negara.

 

 

 

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi bernyanyi dalam bahasa Ibrani di depan Netanyahu

Polisi Israel telah menangkap tiga warga Palestina mengusir Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, saat mengunjungi Masjid Al-Aqsa.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpose bareng anjing peliharaan keluarganya, Kaiya, di kediaman resminya di Yerusalem. (@netanyahu/Twitter)

Netanyahu gagal bentuk pemerintahan koalisi, Israel gelar pemilihan umum lagi pada 17 September

Ini kali pertama dalam sejarah Israel, calon perdana menteri tidak berhasil membentuk pemerintahan koalisi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bareng istri (Sara) dan dua putranya, Yair dan Yoav, pelesiran ke Dataran Tinggi Golan pada 23 April 2019. (Twitter/@netanyahu)

Netanyahu tetapkan lokasi pembangunan permukiman Donald Trump di Golan

Trump menandatangani surat pengakuan negara adikuasa itu terhadap Golan sebagai wilayah Israel pada 25 Maret lalu, disaksikan oleh Netanyahu di Gedung Putih.





comments powered by Disqus