kabar

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019 21:24

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah berhasil mengupayakan uang diyat seorang pekerja migran asal Indonesia berinisial SMW, menjadi korban pembunuhan di Kota Abha, Provinsi Asir, Arab Saudi. Kasus ini terjadi pada 2010.

Uang senilai 200 ribu riyal atau sekitar Rp 740 juta rupiah itu diperoleh setelah KJRI Jeddah melalui pengacara dan bantuan tokoh masyarakat setempat menyampaikan keinginan ahli waris kepada majikan SMW, seperti dilansir dalam siaran pers KJRI Jeddah diterima Albalad.co hari ini.

Sebelumnya, pihak ahli waris telah menerbitkan surat pemaafan terhadap kedua terdakwa, yaitu majikan dan istrinya, dikuasakan kepada seseorang dan sudah disampaikan dalam sidang pengadilan di Abha. "Dengan pemaafan tersebut, maka hak khusus pihak ahli waris untuk menuntut qishas terhadap terdakwa menjadi gugur," kata Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler sekaligus Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga KJRI Jeddah.

Safaat menjelaskan hak masih bisa diterima oleh ahli waris sebagaimana tertulis dalam nota putusan hukum pengadilan Arab Saudi adalah diyat syari pada saat putusan dikeluarkan, yaitu senilai 55 ribu riyal atau separuh dari nilai diyat untuk laki-laki sebesar 110 ribu riyal.

Selain itu, hak almarhumah lainnya adalah sisa gaji belum terbayar selama 54 bulan atau senilai 32.400 riyal.

Menyikapi kasus ini, Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin memerintahkan tim perlindungan KJRI untuk mempelajari kembali kasus pembunuhan menimpa perempuan asal Grobogan, Jawa Tengah, itu. "Untuk memenuhi rasa keadilan, saya kumpulkan tim pelindungan untuk mengkaji ulang kasus ini. Saya minta mereka mempelajari kemungkinan memperjuangkan kompensasi adil bagi ahli waris almarhumah," ujarnya.

Tim perlindungan dan pengacara mendatangi majikan di Abha untuk melakukan negosiasi dibantu oleh tokoh terkemuka masyarakat setempat, yaitu Syekh Sulthan al-Hadi, merupakan kepala polisi syariah di Abha.
 
Mulanya majikan menyanggupi memberikan hak diyat, gaji, dan santunan untuk korban sebesar 135 ribu riyal. Tim perlindungan bersama pengacara kembali melakukan pendekatan dan negosiasi ulang dengan majikan terkait nilai kompensasi bagi almarhumah. Alhasil, pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Sesuai keputusan Mahkamah Jazaiyyah telah diterima oleh kantor gubernur Asir, pengadilan segera menangkap majikan dan isterinya untuk menjalani vonis tujuh tahun bagi majikan perempuan sebagai pelaku utama dan satu tahun penjara ditambah seratus kali cambukan bagi majikan laki-laki.


Warga Indonesia dipulangkan dari Arab Saudi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Jeddah. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah bantu pemulangan 7.783 warga Indonesia melanggar izin tinggal

Pendatang tidak berdokumen itu terdiri dari 2.199 lelaki, 4.872 perempuan, dan 712 anak.

Halimah Sudin, warga Indonesia dirawat di Rumah Sakit Universitas Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. KJRI jeddahmengurus perempuan ditemukan diparkiran rumah sakit itu pada 6 September. dan dipulangkan pada 23 September 2018. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah urus warga Indonesia ditemukan terkapar di parkiran rumah sakit

Halimah berstatus pendatang ilegal. Dia masuk ke Arab Saudi pada 2006, kemudian menetap dan bekerja secara tidak sah.

Bukti transfer uang diyat kepada ahli waris Tarwati Tarya Cuhati, warga Indonesia menjadi korban tewas dalam kecelakaan di Arab Saudi pada 2014. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah tranfer uang diyat Rp 547 juta kepada ahli waris

Tarwati Tarya Cuhati tewas dalam kecelakaan lalu lintas di daerah Tatslit, Provinsi Asir, pada 30 Juli 2014.

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Mohamad Hery Saripudin saat menerima perwakilan dari kantor pengacara Turki Abdullah al-Hamid di kantornya. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah sewa pengacara buat ungkap pembunuh warga Indonesia

Pembunuhan terhadap Enok binti Empan Hasan terjadi pada 4 Desember 2016 di Distrik Al-Wurud, Jeddah. Hingga kini pelaku belum diketahui.





comments powered by Disqus