kabar

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019 00:35

Konferensi membahas perdamaian di Timur Tengah digelar pekan ini di Ibu Kota Warsawa. Untuk pertama kali, pemimpin dari negara-negara Arab duduk bareng dengan pemimpin Israel sejak konferensi serupa pada 1991 di Ibu Madrid, Spanyol.

Hal paling menarik adalah dalam pertemuan diprakarsai Amerika Serikat itu, Menteri Luar Negeri Yaman Khalid al-Yamani duduk bersebelahan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ini terjadi saat sesi pembuka Kamis lalu.

Al-Yamani sebenarnya sudah lebih dulu di kursi telah disediakan ketika Netanyahu datang dan duduk di sampingnya. Keduanya sempat saling senyum sebentar.

Kejadian menarik berlanjut dalam pertemuan dihadiri menteri luar negeri dari sepuluh negara Arab ini. Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikrofonnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Utusan perdamaian dari Amerika Serikat Jason Greenblatt menggambarkan momen itu sebagai peristiwa menyentuh hati. Dia berharap barangkali ini langkah awal untuk membangun kerjasama antara kedua negara tidak pernah membina hubungan diplomatik ini.

Al-Yamani menuding adalah sebuah kesalahan pihak protokol membuat dia bisa duduk di sebelah Netanyahu. "Posisi Yaman...atas masalah Palestina serta rakyat dan pemimpinannya tidak akan berubah," katanya.

Dia menegaskan Konferensi Warsawa ini bukan untuk membahas isu Palestina tapi menggalang dukungan masyarakat internasional buat menghadapi ekspani Iran di Yaman.

Netanyahu mengaku girang betul bisa duduk seruangan dengan para menteri luar negeri dari negara-negara Arab. Dia menawarkan normalisasi hubungan dengan mereka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Kesehatan Yuli Edelstein berswafoto sehabis disuntik vaksin Covid-19 pada 19 Desember 2020 (Twitter)

Tiga negara sudah terima vaksin Covid-19 gratis dari Israel

Netanyahu mengatakan akan menyumbang vaksin Moderna ke 30 negara. Dia membekukan kebijakan ini karena dipertanyakan banyak pihak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu berencana barter vaksin Covid-19 dengan hubungan diplomatik

sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim memiliki hubungan diplomatik dengan Israel setelah Turki pada 1949, Mesir di 1979, dan Yordania pada 1994.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu akan ke UEA dan Bahrain bulan depan

Israel sudah mengoperasikan kedutaan besarnya di Abu Dhabi dan Manama, serta konsulat jenderal di Dubai.





comments powered by Disqus