kabar

Arab Saudi akan ajarkan bahasa Cina dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi

Dengan mempelajari bahasa Cina, diharapkan dapat meningkatkan hubungan dagang dan budaya antara warga Saudi dan Cina.

23 Februari 2019 08:28

Arab Saudi dan Cina kemarin menyetujui soal menjadikan bahasa Cina sebagai kurikulum di semua tingkat pendidikan di negara Kabah itu, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman dan delegasi tingkat tinggi Cina di Ibu Kota Beijing. Setelah masing-masing melakukan lawatan dua hari ke Pakistan dan India, Bin Salman melanjutkan kunjungan dua hari pula ke Cina.

Rencana memasukkan bahasa Cina sebagai kurikulum di semua tingkat pendidikan di Arab Saudi merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua negara di segala level. Selain itu, juga mengenalkan keragaman budaya kepada generasi muda Saudi.

Dengan mempelajari bahasa Cina, diharapkan dapat meningkatkan hubungan dagang dan budaya antara warga Saudi dan Cina.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi bagikan satu juta chip telepon dan Internet bagi jamaah haji

Jamaah kebagian chip itu dapat langsung menggunakan untuk menelepon atau berselancar di dunia maya.





comments powered by Disqus