kabar

Netanyahu akan diadili dengan tiga dakwaan

Keputusan jaksa agung itu muncul satu setengah bulan jelang pemilihan umum.

01 Maret 2019 04:03

Jaksa Agung Israel Avichai Mendelblit kemarin mengumumkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan diadili dengan dakwaan penyuapan, kecurangan, dan pelanggaran kewenangan. 

Keputusan Mendelblit keluar setelah penyelidikan dilakukan selama tiga tahun dan satu setengah bulan jelang pemilihan umum, digelar pada 9 April. 

Keputusan itu bersejarah karena untuk pertama kali perdana menteri Israel tengah menjabat dikenai dakwaan penyuapan. 

Dalam surat keputusannya kepada Netanyahu, Mendelblit bilang pemimpin Partai Likud itu telah berlaku korup terhadap jajaran pegawai di bawah otoritasnya. "Anda telah merusak citra layanan publik dan kepercayaan masyarakat," tulisnya. 

Partai Likud mengecam keputusan Mendelblit bermotif politik. Netanyahu akan maju lagi dalam pemilihan umum April tahun ini.

Tiga perkara menjerat Netanyahu itu adalah:

Kasus 1000

Netanyahu menerima beragam hadiah dari konglomerat Hollywood Arnon Milchan dengan balasan dukungan politik.

Dakwaan: kecurangan dan pelanggaran kewenangan. 

Surat dakwaan: "Ada cukup bukti menegaskan berbagai hadiah, dalam jumlah besar dan diberikan dengan cara-cara tidak biasa, telah dierima dengan balasan pelbagai tindakan oleh Nrtanyahu."

Pembelaan Netanyahu: dibolehkan menerima hadiah dari teman, sejumlah keputusan tidak sesuai kepentingan Milchan.

Kasus 2000

Netanyahu dan pemilik surat kabar Yediot Ahronot, Arnon Mozes, membikin kesepakatan, yakni membuat liputan pro-Netanyahu dengan balasan aturan merugikan Sheldon Adelson, pemilik koran Israel Hayom.

Dakwaan: kecurangan dan pelanggaran kewenangan.

Surat dakwaan: "Bukti menunjukkan, dalam pembicaraan dengan Mozes, melanggar kepercayaan publik serta merusak citra layanan publik dan kepercayaan masyarakat."

Pembelaan Netanyahu: saya dan Mozes cuma bercanda. 

Kasus 4000

Sebagai menteri komunikasi, Netanyahu mengambil langkah-langkah menguntungkan Shaul Elovitch,  pemilik Bezeq, dengan balasan berita polesan atas Netanyahu di situs berita Walla, anak usaha Bezeq.

Dakwaan: penyuapan, kecurangan, dan pelanggaran kewenangan.

Surat dakwaan: "Berdasarkan ... tindakan-tindakan bukti, jaksa agung telah mencapai sebuah kesimpulan jelas, motif-motif korup dan keliru merupakan inti dari beragam tindakan Netanyahu."

Pembelaan Netanyahu: Liputan menguntungkan bukan termasuk penyuapan.

 

 

 

 

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Kesehatan Yuli Edelstein berswafoto sehabis disuntik vaksin Covid-19 pada 19 Desember 2020 (Twitter)

Tiga negara sudah terima vaksin Covid-19 gratis dari Israel

Netanyahu mengatakan akan menyumbang vaksin Moderna ke 30 negara. Dia membekukan kebijakan ini karena dipertanyakan banyak pihak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu berencana barter vaksin Covid-19 dengan hubungan diplomatik

sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim memiliki hubungan diplomatik dengan Israel setelah Turki pada 1949, Mesir di 1979, dan Yordania pada 1994.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu akan ke UEA dan Bahrain bulan depan

Israel sudah mengoperasikan kedutaan besarnya di Abu Dhabi dan Manama, serta konsulat jenderal di Dubai.





comments powered by Disqus