kabar

Demonstran solo ditangkap karena minta Presiden Sisi mundur

"Saya sedang dalam mobil polisi dan mereka berusaha mengambil telepon seluler saya. Mereka menangkap lelaki lainnya bersama saya," kata Muhi dalam video itu.

05 Maret 2019 10:33

Seorang lelaki berunjuk rasa sendirian di Alun-alun Tahrir di jantung Ibu Kota Kairo. Dia menuntut Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi mundur dari jabatannya.

Ahmad Muhi pada Kamis pekan lalu berdiri sambil membawa kertas karton bertulisan Arab: "Irhal ya Sisi (Berhentilah wahai Sisi)."

Kemudian seorang pria lainnya memotret protes solo dilakoni Muhi itu dan langsung disebarluaskan melalui media sosial. Dalam hitungan menit, polisi menangkap keduanya.

Muhi, 34 tahun, mengunggah rekaman video dia sedang duduk dalam mobil polisi. Ahli farmasi ini menceritakan apa yang terjadi dan meminta dukungan kepada seluruh dunia.

"Saya sedang dalam mobil polisi dan mereka berusaha mengambil telepon seluler saya. Mereka menangkap lelaki lainnya bersama saya," kata Muhi dalam video itu. "Saya berdemonstrasi sendirian, pria itu tidak ikut saya. Dia hanya memotret saya dan ini bukan kejahatan."

Teriakan dan permohonan mengiba terdengar dari lelaki memotret protes dilakukan Muhi. Dia meminta segera dibebaskan lantaran ibunya besok harus menjalani operasi jantung.

Muhi mengaku tidak tahu bakal dibawa ke mana dan apa akan menimpa mereka berdua. "Barangkali mereka akan menyuntik mati kami. Mungkin mereka bakal membunuh kami, atau membakar kami..."

Muhi menegaskan dirinya menuntut Sisi mundur setelah kecelakaan kereta menewaskan sedikitnya 22 orang di Stasiun Ramses. Dia mengatakan Sisi mesti bertanggung jawab atas musibah itu.

Asma Muhi bilang saudara kandungnya itu bukan radiakl. Dia berunjuk rasa karena sangat kecewa

 

Maket proyek ibu kota baru Mesir. (Egyptian Streets)

Presiden Mesir desak warganya punya dua anak saja

Mirip program Keluarga Berencana di era Soeharto.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Diduga terinfeksi Covid-19, presiden Mesir jalani karantina

Hingga kemarin, terdapat 456 orang terjangkit Covid-19 di Mesir, termasuk 21 meninggal.   

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad at-Tayyib di kantornya di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Para pemimpin agama di Mesir masih setia sokong Sisi

Syekh Ali Jumaa menyamakan Revolusi 30 Juni dengan peristiwa penaklukan Makkah di zaman Rasulullah dan hari kelahiran Nabi Muhammad.





comments powered by Disqus