kabar

Raja Salman berseteru dengan anaknya

Bin Salman juga tidak tampak dalam rombongan menyambut kepulangan Raja Salman dari Mesir di bandar udara di Ibu Kota Riyadh.

06 Maret 2019 15:44

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dikabarkan berseteru dengan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Seorang sumber mengungkapkan kepada the Guardian, Raja Salman dalam beberapa pekan terakhir tidak sepakat terhadap sejumlah kebijakan penting diambil Bin Salman, termasuk terkait Perang Yaman.

Ketidakharmonisan hubungan antara Raja Salman dan putranya itu muncul setelah wartawan Jamal Khashoggi dibunuh awal Oktober tahun lalu di kantor Konsulat Jenderal Arab saudi di Kota Istanbul, Turki. CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat), Senat Amerika, dan Turki meyakini Bin Salman memerintahkan buat menghabisi Khashoggi, wartawan Saudi menetap di Amerika sejak 2017.

Perseteruan Raja Salman dengan Bin Salman meningkat akhir bulan lalu, ketika penguasa negara Kabah berumur 84 tahun itu melawat ke Mesir. Para penasihatnya sudah memperingatkan Raja Salman bakal ada langkah untuk melawan dirinya.

Bahkan, lanjut sumber itu, sebuah tim pengawal raja baru - beranggotakan lebih dari 30 orang loyalis Bin Salman - diterbangkan ke Mesir untuk mengganti tim pengawal Raja Salman sudah ada di sana.

Bin Salman juga tidak tampak dalam rombongan menyambut kepulangan Raja Salman dari Mesir di bandar udara di Ibu Kota Riyadh.

Menurut sumber itu, Raja Salman tidak setuju dengan keputusan Bin Salman mengangkat Puteri Rima binti Bandar bin Sultan sebagai duta besar Arab Saudi untuk Amerika dan adik kandungnya, Pangeran Khalid bin Salman, menjadi wakil menteri pertahanan.

Bin Salman membikin keputussan itu saat Raja Salman sedang berada di Mesir. Surat keputusan bertanggal 23 Februari itu dibuat atas nama Raja Salman tapi ditandatangani oleh Bin Salman sebagai wakil raja, sesuatu tidak lazim.

Raja Salman mengetahui hal itu dari televisi. Dia tidak setuju penunjukan Pangeran Khalid ke level senior lantaran dianggap terlalu cepat.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Kesehatan Raja Salman tidak stabil

Ini kali kedua Bin Salman membungkam orang-orang menjadi ancaman buat dia menjadi raja.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman murka karena putera mahkota tidak hadiri sidang kabinet

Bin Salman juga tidak ada dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi dan tamu negara.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Raja Salman perintahkan cabut pembekuan rekening milik semua putra mendiang Raja Abdullah

Kebanyakan pangeran ditangkap berasal dari keluarga berpengaruh, yakni mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz, dan mendiang Pangeran Talal bin Abdul Aziz.





comments powered by Disqus