kabar

Sidang rahasia digelar lagi, ulama Saudi tetap dituntut hukuman mati

Sejak Bin Salman ditetapkan sebagai calon raja Saudi pada 21 Juni 2017, negara Kabah itu getol menangkapi para pembangkang: ulama, wartawan, akademisi, aktivis, konglomerat, pejabat, dan pangeran.

07 Maret 2019 10:51

Arab Saudi kembali menggelar sidang secara rahasia terhadap Syekh Salman al-Audah hari ini.

Dalam sidang itu - menurut lembaga pemantau hak asasi tahanan di Arab Saudi, Prisoners of Conscience - jaksa kembali menuntut hukuman mati terhadap Syekh Salman.

Dalam sidang rahasia sebelumnya, selain Syekh Salman, dua ulama tersohor Arab Saudi juga dituntut hukuman mati, yakni Syekh Awad al-Qarni dan Dr. Ali al-Umari.  

Ketiganya dianggap menentang kebijakan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Sejak Bin Salman ditetapkan sebagai calon raja Saudi pada 21 Juni 2017, negara Kabah itu getol menangkapi para pembangkang: ulama, wartawan, akademisi, aktivis, konglomerat, pejabat, dan pangeran.

Saud al-Qahtani (Twitter)

Orang dekat Bin Salman bebas dari dakwaan terlibat pembunuhan Khashoggi

Ketiga orang dinyatakan tidak bersalah itu adalah Saud al-Qahtani merupakan mantan penasihat Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, bekas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul Muhammad al-Utaibi, dan eks wakil kepala badan intelijen Saudi Brigadir Jenderal Ahmad as-Siri.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Lima pembunuh Khashoggi dapat hukuman mati

Kongres Amerika Serikat, CIA, Turki, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan perintah buat membunuh Khashoggi berasal dari Bin Salman.

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi rekrut pegawai Twitter buat mata-matai para pengkritik

Ketiga warga Saudi itu diarahkan oleh seorang pejabat Saudi tidak disebut namanya. Dia bekerja untuk seseorang bersandi Royal Family Member-1, menurut surat kabar the Washington Post adalah Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus