kabar

Google tolak hapus aplikasi pengawas gerak gerik perempuan Saudi

Apple masih meneruskan investigasi terhadap aplikasi Absyir.

08 Maret 2019 14:46

Google telah menolak tuntutan untuk menghapus Absyir, aplikasi bikinan pemerintah Arab Saudi digunakan oleh kaum lelaki untuk melacak keberadaan perempuan di negara Kabah itu. 

Hingga kini Absyir, dimiliki dan dioperasikan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, masih tersedia dan bisa dibeli siapa saja. 

Aplikasi itu memberikan kewenangan kepada lelaki Arab Saudi untuk mengizinkan atau menolak muhrimnya bepergian ke luar negeri. Melalui Absyir, mereka bakal mendapat pesan singkat ketika ada muhrimnya memakai paspor. 

Rupanya aplikasi Absyir tidak melanggar kebijakan layanan Google.

Apple dan Google bulan lalu kebanjiran kritikan ketika 14 anggota Kongres Amerika Serikat menyurati CEO Apple Tim Cook dan CEO Google Sundar Pichai, meminta kedua perusahaan itu menghapus aplikasi Absyir.

Mereka menilai dua perusahaan teknologi raksasa itu melakukan diskriminasi gender dan ikut menindas perempuan Arab Saudi. 

Apple dan Google kemudian meluncurkan investigasi internal. Hasilnya, Google tetap mengizinkan aplikasi Absyir tetap ada di Playstore, sedangkan Apple masih melanjutkan penyelidikan.

Presenter televisi di Uni Emirat Arab mencium dan meletakkan sandal milik Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid di atas kepalanya. (Screenshot)

Presenter televisi UEA cium sandal putera mahkota Abu Dhabi

Presenter ini kemudian meletakkan sandal itu di atas kepalanya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Putera mahkota Abu Dhabi usulkan bunuh para pemimpin Taliban

Prince kemudian menetap di Abu Dhabi dan dibayar oleh Bin Zayid untuk membentuk pasukan bayaran di UEA, buat menghadapi perlawanan aktivis pro demokrasi.

Dataran Tinggi Golan. (Middle East Eye)

Trump: Amerika harus akui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan

Sejumlah pejabat Amerika bilang pengakuan resmi terhadap Golan sebagai wilayah Israel akan diberikan dalam satu pekan.

Gubernur Provinsi Qasim, Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Misyaal saat meresmikan sekolah mengemudi khusus perempuan di Universitas Qasim pada 18 Maret 2019. (Saudi Gazette)

70 ribu perempuan Arab Saudi sudah punya SIM

Sekolah mengemudi di Universitas Qassim itu merupakan sekolah mengemudi perempuan ketujuh di Arab Saudi.





comments powered by Disqus