kabar

Presenter televisi UEA cium sandal putera mahkota Abu Dhabi

Presenter ini kemudian meletakkan sandal itu di atas kepalanya.

23 Maret 2019 23:59

Seorang presenter televisi di Uni Emirat Arab (UEA) kebanjiran ejekan dan kecaman setelah mencium sandal biasa dipakai Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan.

Dalam tradisi Arab, sandal atau sepatu adalah obyek penghinaan karena selalu dikaitkan dengan kotoran dan menjadi alasa kaki.

Sambil memegang sebuah sandal berwarna coklat, presenter tidak disebutkan namanya itu bilang kepada penonton televisi, kalau Bin Zayid menyuruh dia mencium sandal itu maka bakal dia lakukan.

Dia pun kemudian mencium sandal itu dengan takzim seraya berkata, "Semoga Allah melindungi dia (Bin Zayid) dan mahkota di atas kepalanya."

Presenter ini kemudian meletakkan sandal itu di atas kepalanya.

Seorang pengguna Twitter berkomentar sinis atas kelakuan presenter itu. "Tuhan menghargai manusia tapi mereka mempermalukan diri mereka sendiri," tulisnya.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.





comments powered by Disqus