kabar

Tahanan politik di Arab Saudi alami siksaan dan kekurangan gizi

"Seorang tahanan tidak bisa berjalan karena luka di sekujur kedua kakinya serta tubuhnya terlalu lemah lantaran kekurangan gizi dan cairan."

01 April 2019 13:58

Seperti dicemaskan sejumlah lembaga hak asasi manusia, para tahanan politik di Arab Saudi rupanya mengalami perlakuan buruk dalam penjara: kekurangan gizi, luka sayat, memar, dan luka bakar.

Kabar menghebohkan ini muncul setelah hasil pemeriksaan medis terhadap tahanan politik di Arab Saudi dibocorkan oleh surat kabar the Guardian. Ini menjadi bukti dokumen pertama dari dalam istana soal penyiksaan dialami tahanan-tahanan politik di negara Kabah itu, meski Riyadh membantah tudingan itu.

Seorang sumber mengungkapkan kepada the Guardian, laporan medis 60 tahanan politik ini bakal diserahkan kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, dengan rekomendasi pengampunan bagi semua tahanan politik atau setidaknya segera membebaskan tahanan dengan kondisi kesehatan buruk.

Laporan medis itu bagian dari kajian internal atas perintah Raja Salman. Pemeriksaan kesehatan atas 60 tahanan, kebanyakan perempuan, ini dilakukan oleh sebuah komite.

The Guardian sudah berupaya meminta komentar dari pemerintah Arab saudi tapi belum ada jawaban.

Ternodanya citra Arab Saudi setelah pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018 di kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, membuat Raja Salman mengeluarkan perintah untuk mengkaji keputusan buat menangkap dan menahan 200 lelaki serta perempuan atas perintah Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Sumber itu mengungkapkan Raja Salman tidak mempedulikan penolakan dari Bin Salman soal pemeriksaan kesehatan terhadap 60 tahanan politik. Pemeriksaan ini berlangsung Januari lalu.

Tahanan lelaki diperiksa kesehatannya termasuk Adil Ahmad banaimah, Muhammad Saud al-Bisyir, Fahad Abdul Aziz as-Sunaidi, Zuhair Kutbi, Abdul Aziz Fauzan al-Fauzan, dan yasir Abdullah al-Ayyaf.

Sedangkan tahanan perempuannya termasuk Samar Muhammad badawi, Hatun Ajwad al-Fassi, dan Abir Abdul latif an-Namankani.

Laporan medis itu meminta semua tahanan politik segera dipindahkan dari sel isolasi ke pusat pemeriksaan kesehatan. "Seorang tahanan tidak bisa berjalan karena luka di sekujur kedua kakinya serta tubuhnya terlalu lemah lantaran kekurangan gizi dan cairan."

Kamis pekan lalu, Arab Saudi membebaskan tiga aktivis perempuan sudah mendekam dalam penjara hampir setahun.  

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel  Muhammad al-Khaja. (Kementerian Luar Negeri UEA)

Duta besar UEA serahkan surat tugas kepada presiden Israel Selasa pekan depan

Sedangkan Duta Besar Israel buat UEA Eitan Naeh sudah bertugas srjak bulan lalu. 

Surat perintah Jaksa Agung Arab Saudi Saud bin Abdullah al-Muajib buat menangkap Dr. Usamah al-Hasani. Dia ditangkap di Maroko. (Twitter)

Maroko tangkap tokoh Saudi atas perintah pemerintah Saudi

Penangkapan Usamah itu atas surat perintah bertanggal 21 Februari 2021 dikeluarkan oleh Jaksa Agung Arab Saudi Saud bin Abdullah al-Muajib.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.





comments powered by Disqus