kabar

Arab Saudi retas telepon seluler pemilik Washington Post

Bin Salman tidak senang dengan koran Washington Post lantaran gencar memberikan pembunuhan Khashoggi.

07 April 2019 09:49

Pemerintah Arab Saudi diyakini telah meretas telepon seluler Jeff Bezos, orang paling tajir sejagat sekaligus pemilik surat kabar the Washington Post dan Amazon.

Gavin de Becker, kepala keamanan bagi Bezos, menulis di the Daily Beast Sabtu pekan lalu, negara Kabah itu sudah berupaya membobol data pribadi bosnya itu sejak Oktober tahun lalu, setelah the Washington Post gencar menulis pembunuhan sadis terhadap wartawan Jamal Khashoggi, dilakukan orang-orang suruhan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.  

De Becker menulis negara Kabah itu berhasil mendapatkan data-data pribadi Bezos setelah meretas telepon selulernya, termasuk rekaman percakapan telepon, teks, dan surat elektronik.

Dia bilang hasil penelusurannya juga menemukan kedejatan antara Bin Salman dengan Chairman AMI David Pecker, pemilik tabloid National Enquirer. Ketika anak Raja Arab Saudi Salman bin Abdul itu melawat ke Amerika Serikat Maret tahun lalu, AMI merilis majalah setebal seratus halaman tanpa iklan berisi tentang refromasi dilakoni Bin Salman.

De Becker menyimpulkan Bin Salman sudah menganggap the Washington Post adalah musuh. "Arab Saudi adalah rezim penindas ingin menguasai sepenuhnya media di negaranya," kata De Becker. "Saudi juga mau mengontrol media di Amerika Serikat."

Bezos menulis di blog pribadinya, David Pecker berupaya memeras dia dengan ancaman akan melansir foto-foto intim Bezos dengan selingkuhannya. "Liputan gencar the Washington Post soal pembunuhan kolumnisnya, tidak diragukan lagi sangat tidak disukai di kalangan tertentu," ujar Bezos.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Laporan intelijen Amerika simpulkan Bin Salman setujui operasi pembunuhan Khashoggi

Keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman.

Film the Dissident bercerita soal pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post, Jamal Khashggi, atas perintah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (YouTube)

Hillary Clinton rekomendasikan untuk menonton film pembunuhan Khashoggi oleh Bin Salman

Berdasarkan hasil investigasi, Turki, CIA, Kongres Amerika, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard menyimpulkan pembunuhan Khashoggi atas perintah Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Kalau saja Indonesia-Israel jadi berdamai, akan ada penerbangan langsung Denpasar-Tel Aviv

Pertemuan segitiga antara Indonesia-Amerika-Israel terjadi di Singapura sebelum Natal tahun lalu. Salah satu syarat diminta Indonesia adalah bebas visa bagi warga Indonesia ingin mengunjungi Israel.

07 Maret 2021

TERSOHOR