kabar

Trump tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris

Trump menekankan ini kali pertama Amerika menjadikan institusi pemerintah asing sebagai organisasi teroris.

08 April 2019 23:17

Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini menetapkan pasukan elite Iran, IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), termasuk Brigade Quds dipimpin oleh Qasim Sulaimani, sebagai organisasi teroris.

Dia menyebut Garda Revolusi Islam bukan saja penyokong terorisme tetapi juga aktif berpartisipasi dalam mendanai dan mempromosikan terorisme sebagai alat kenegaraan. "IRGC adalah alat utama pemerintah Iran dalam mengarahkan dan melaksanakan kampanye teroris globalnya," kata Trump dalam keterangan tertulis dilansir Kantor Sekretaris Pers Gedung Putih.

Trump menekankan ini kali pertama Amerika menjadikan institusi pemerintah asing sebagai organisasi teroris. Dia meyakini langkah itu bakal memberikan tekanan maksimum terhadap rezim berkuasa di Iran.

Dia menambahkan Amerika akan terus meningkatkan tekanan finansial atas negara Mullah itu.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus