kabar

Presiden Sudan lengser

Basyir sudah berkuasa 30 tahun.

11 April 2019 14:10

Presiden Sudan Umar al-Basyir dikabarkan telah bersedia untuk lengser setelah didera demonstrasi besar-besaran sejak Desember tahun lalu.

"Dia kemungkinan sudah meletakkan jabatan tapi belum ada pengumuman resmi," kata Sekretaris Jenderal Partai Kongres Sudan Khalid Umar kepada Albalad.co. Dia menambahkan pihak militer segera menyampaikan pengumuman penting. 

Unjuk rasa besar-besaran melanda Sudan mulanya dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar dan pangan, kemudian berkembang menjadi protes menuntut Basyir mundur. 

Kalau kabar ini benar, Basyir mengakhiri kekuasaannya setelah 30 tahun.

 

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.

Milisi Janjawid beroperasi di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Twitter)

Mogok umum dimulai di Sudan

Penduduk Khartum bilang kepada Middle East Eye, situasi di jalan tidak aman. Dia merasa suasana sekarang seperti tahanan rumah massal.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Tentara serbu demonstran duduk di Khartum tewaskan 100 orang

Paramiliter memperkosa perempuan, menembaki dan memukuli warga si[il tidak bersenjata.





comments powered by Disqus