kabar

Militer Sudan kudeta Presiden Basyir

Dewan militer mengambil alih kekuasaan selama dua tahun.

11 April 2019 22:37

Angkatan bersenjata Sudan hari ini mengkudeta Presiden Umar al-Basyir, setelah negara ini dibekap demonstrasi besar-besaran sejak Desember tahun lalu. 

Melalui siaran televisi nasional, Menteri Pertahanan sekaligus Wakil Presiden Ahmad Muhamad Awad bin Auf bilang Basyir kini ditahan di tempat aman dan Sudan diperintah oleh sebuah dewan militer hingga dua tahun. 

Awad mengatakan dewan militer menetapkan keadaan darurat selama tiga bulan, gencatan senjata, dan pembekuan konstitusi. Wilayah udara Sudan ditutup selama 24 jam dan semua perbatasan dengan negara lain ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. 

Umar Saleh Sinnar, anggota senior di Asosiasi Profesional Sudan, berharap dapat berunding dengan militer mengenai pemindahan kekuasaan. "Kami hanya menerima pemerintahan sipul sementara," katanya. 

Demonstrasi di Sudan dipicu oleh makin nahalnya biaya hidup. Unjuk rasa berkembang luas hingga menuntut Basyir lengser. 

Basyir, berkuasa selama tiga dasawarsa, masuk dalam daftar buronan ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam menumpas pemberontakan si Darfur sejak 2003 dan menewaskan 300 ribu orang.

 

Mantan Presiden Sudan Umar al-Basyir saat menjalani sidang kedua di sebuah pengadilan di Ibu Kota Khartum, 7 September 2019. (Sudan Daily)

Mantan Presiden Umar al-Basyir pegang kunci ruangan dalam istana berisi fulus jutaan euro

Basyir pernah memberikan duit lima juta euro kepada Wakil Komandan paramiliter RSF (Pasukan Bantuan Cepat) Abdurrahim Hamdan Dagalo.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.

23 September 2019
UEA bangun sinagoge pertama
22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR