kabar

Pesawat ruang angkasa Israel gagal mendarat di Bulan

Israel bakal mencoba lagi pada 2022.

12 April 2019 13:30

Beresheet, pesawat ruang angkasa asal Israel, semalam gagal mendarat dan jatuh di permukaan Bulan. 

Insiden ini memupus mimpi para ahli antariksa Israel untuk misi pertama mereka, mendaratkan pesawat ruang angkasa di sisi gelap Bulan. Kecelakaan itu memutus saluran komunikasi antara Beresheet dengan ruang kontrol SpaceIL di Yehud, sebelah timur Ibu Kota Tel Aviv, Israel. 

"Sejauh kami lihat, kami sangat dekat dengan Bulan," kata direktur kontrol operasi Alex Friedman. "Kami sudah hampir mendarat di Bulan tapi bukan dengan cara seperti kami mau."

Kecelakaan terjadi beberapa kilometer jelang Beresheet mendarat. Karena mesin utama mati, pesawat ruang angkasa itu tidak dapat mengerem sehingga terhempas ke permukaan Bulan. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, baru saja menang pemilihan umum, meminta untuk tidak putus harapan. Dia bilang dalam tiga tahun ke depan negara Zionis itu bakal mengirim lagi pesawat ruang angkasa ke Bulan. "Misi ini nantinya akan berhasil," ujarnya. 

Dia sudah meminta konglomerat Afrika Selatan berdarah Yahudi, Morris Kahn, buat mendanai misi kedua itu. 

Baresheet dibangun dengan anggaran sekitar US$ 100 juta, sumbangan para donatur Yahudi. 

 

 

 

 

Raja Hamad bin Isa al-Khalifah dari Bahrain. (Albawaba)

Raja Bahrain kembalikan status kewarganegaraan 551 warganya

Dalam pengadilan massal pekan lalu, 138 orang diputus kehilangan kewarganegaraannya.

Petugas kebersihan mengumpulkan ribuan jangkrik mati di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Ribuan jangkrik serbu Masjid Nabawi

Lebih dari 150 petugas kebersihan telah diterjunkan untuk menyemprotkan pestisida dan mengumpulkan jangkrik-jangkrik mati.

Maha as-Subaii (28 tahun) dan adiknya Wafa as-Subaii (25 tahun), dua gadis asal Arab Saudi meminta suaka ke Georgia. (Twitter/@GeorgiaSisters)

Dua gadis Arab Saudi minta suaka ke Georgia

Bulan lalu, dua perempuan Saudi kabur ke Hong Kong dan berhasil mendapatkan visa setelah bersembunyi di sana berbulan-bulan. Keduanya telah mendapat suaka di sebuah negara.

Peta baru Timur Tengah versi Amerika Serikat, menunjukkan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel. (Screenshot)

Amerika terbitkan peta baru memasukkan Golan sebagai wilayah Israel

Peta baru Timur Tengah versi Amerika itu tetap menunjukkan Tepi Barat sebagai wilayah jajahan Israel.





comments powered by Disqus