kabar

KBRI Khartum siapkan cadangan logistik buat sepekan

Meski terjadi kudeta dan situasi politik memanas, pencoblosan bagi warga Indonesia tetap dilaksanakan hari ini.

12 April 2019 14:10

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Khartum, Sudan, telah menyiapkan cadangan logistik, termasuk pangan dan bahan bakar untuk sepekan ke depan. 

Duta Besar Indonesia untuk Sudan Rossalis Adenan menjelaskan cadangan logistik itu dipersiapkan untuk kebutuhan seratus warga Indonesia. "Sampai pagi ini, semua warga Indonesia di Sudan, khususnya Khartum, dalam kondisi aman," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. 

Kudeta militer tidak berdarah terhadap Presiden Sudan Umar al-Basyir terjadi kemarin. Dewan militer menyatakan mengambil alih pemerintahan untuk dua tahun.

Dewan militer juga menetapkan keadaan darurat di seantero Sudan selama tiga bulan dan konstituai dibekukan. Jam malam berlaku tiap hari saban pukul sepuluh malam hingga jam empat subuh. 

Rossalis menambahkan KBRI Khartum akan terus memantau dan mengimbau semua warga Indonesia untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. KBRI Khartum meminta semua warga Indonesia menghindari kegiatan tidak perlu dan dapat membahayakan keselamatan.

Menurut dia, KBRI Khartum juga telah menyiapkan rencana kontingensi untuk mengantisipasi keadaan darurat. Rencana ini sudah disebar ke semua warga Indonesia. 

Meski terjadi kudeta dan situasi politik memanas, pencoblosan bagi warga Indonesia tetap dilaksanakan hari ini. 

Terdapat sekitar 1.500 warga Indonesia di Sudan dan 1.197 orang memiliki hak pilih. 

 

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.

Milisi Janjawid beroperasi di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Twitter)

Mogok umum dimulai di Sudan

Penduduk Khartum bilang kepada Middle East Eye, situasi di jalan tidak aman. Dia merasa suasana sekarang seperti tahanan rumah massal.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Tentara serbu demonstran duduk di Khartum tewaskan 100 orang

Paramiliter memperkosa perempuan, menembaki dan memukuli warga si[il tidak bersenjata.





comments powered by Disqus