kabar

Amerika terbitkan peta baru memasukkan Golan sebagai wilayah Israel

Peta baru Timur Tengah versi Amerika itu tetap menunjukkan Tepi Barat sebagai wilayah jajahan Israel.

17 April 2019 09:07

Pemerintah Amerika Serikat kemarin menerbitkan peta Timur Tengah baru memasukkan Dataran Tinggi Golan ke dalamwilayah kedaulatan Israel. 

Peta baru ini dirilis tiga pekan setelah Presiden Amerika Donald Trump mengakui Golan sebagai bagian dari Israel. 

Israel mencaplok Golan setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Negara Zionis itu mengklaim Golan lewat Undang-undang Dataran Tinggi Golan pada 1981. 

Utusan khusus Amerika untuk Timur Tengah Jason Greenblatt mengunggah peta baru itu kemarin di akun Twitternya. "Selamat datang di peta internasional terbaru kami," katanya. 

Peta baru Timur Tengah versi Amerika itu tetap menunjukkan Tepi Barat sebagai wilayah jajahan Israel. 

 

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bareng istri (Sara) dan dua putranya, Yair dan Yoav, pelesiran ke Dataran Tinggi Golan pada 23 April 2019. (Twitter/@netanyahu)

Netanyahu tetapkan lokasi pembangunan permukiman Donald Trump di Golan

Trump menandatangani surat pengakuan negara adikuasa itu terhadap Golan sebagai wilayah Israel pada 25 Maret lalu, disaksikan oleh Netanyahu di Gedung Putih.





comments powered by Disqus