kabar

Polisi Irak tangkap penjual jam tangan bergambar Saddam Husain

Saddam menjalani hukuman gantung pada 30 Desember 2006.

23 April 2019 08:23

Kepolisian Ibu Kota Baghdad, Irak, telah menangkap penjual jam tangan bergambar mantan Presiden Saddam Husain. 

Sejak kejatuhan rezim Saddam pada 2003, negara 1001 Malam itu melarang siapa saja mempromosikan Saddam, rezimnya, atau Partai Baath pernah berkuasa.

Melalui keterangan tertulis, Kepolisian Baghdad bilang mereka membekuk lelaki penjual jam tangan bergambar Saddam setelah mendapat laporan dari masyarakat. Namun tidak ada penjelasan rinci soal penangkapan itu.

Saddam menjalani hukuman gantung pada 30 Desember 2006 setelah pengadilan memutus dia bersalah atas dakwaan kejahatan kemanusiaan. 

Beberapa waktu lalu sebuah puisi menyanjung Saddam populer di Provinsi Dhi Qar, selatan Irak. 

Saddam memerintah Irak sejak 1979 hingga tumbang pada 2003 akibat invasi Amerika Serikat.

 

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus