kabar

Arab Saudi miliki kaitan dengan serangan teroris di Sri Lanka

"Anda harus memberitahu semua orang memiliki kaitan dengan Arab Saudi, termasuk konselor, pasukan keamanan, dan intelijen selama tiga hari ke depan, terutama Hari Paskah, untuk tidak berada di tempat umum dan keramaian bernama gereja."

10 Mei 2019 21:59

Bocoran sebuah dokumen berkategori benar-benar rahasia menunjukkan ada kaitan antara pemerintah Arab Saudi dengan serangan teroris menghantam Sri Lanka dua pekan lalu.

Dokumen berupa sepucuk surat bertanggal 16 April 2019 dan diperoleh oleh Al-Ahed News itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Ibrahim bin Abdul Aziz al-Assaf dan dikirim kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Sri Lanka Abdul Nasir al-Harithi.

Surat itu berisi perintah As-Assaf kepada Al-Harithi untuk segera melakukan tiga llangkah penting. Pertama, menghapus semua dokumen, data komputer, dan korespondensi terakhir dengan anggota serta kelompok domestik dan asing. Dia juga menyuruh Al-Harithi memberlakukan jam malam bagi staf kedutaan Saudi kecuali ada keperluan mendesak.

Instruksi kedua: "Anda harus memberitahu semua orang memiliki kaitan dengan Arab Saudi, termasuk konselor, pasukan keamanan, dan intelijen selama tiga hari ke depan, terutama Hari Paskah, untuk tidak berada di tempat umum dan keramaian bernama gereja."

Al-Assaf juga menyuruh Al-Harithi mengirim kabar tertulis mengenai pemerintah Sri Lanka dan pandangannya secara rutin ke Kementerian Luar Negeri Arab saudi.

Lima hari kemudian, bertepatan dengan Hari Paskah, tiga gereja dan tiga htel mewah di kawasan bisnis di Ibu Kota Kolombo dihantam bom bunuh diri. Di hari itu pula, sejumlah ledakan lebih kecil terjadi di sebuah kompleks perumahan di Dematagoda dan satu wisma tamu di Dehiwala.

Serangan teroris pada 21 April itu menewaskan 253 orang, termasuk 42 warga asing, dan mencederai sedikitnya 500 orang.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus