kabar

Arab Saudi incar aktivis prodemokrasi di Norwegia untuk dibunuh

Baghdadi bilang polisi Norwegia datang ke rumahnya pada 25 April dan membawa dia lokasi aman dan dirahasiakan.

12 Mei 2019 12:37

Kepolisian Norwegia memindahkan Iyad al-Baghdadi ke tempat aman setelah CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) mencium gelagat Arab Saudi bakal membunuh penulis berdarah Palestina itu.

Lelaki 41 tahun ini telah bermukim di Norwegia selama lima tahun sebagai pengungsi politik, setelah ditangkap dan dideportasi dari Uni Emirat Arab (UEA). Baghdadi bilang polisi Norwegia datang ke rumahnya pada 25 April dan membawa dia lokasi aman dan dirahasiakan.

Polisi memperingatkan dirinya, sebuah badan intelijen asing memiliki bukti atas sebuah rencana untuk menghabisi Baghdadi.

Dia bilang kepada the Guardian, Arab Saudi berada di balik rencana pembunuhan terhadap dirinya. "Tapi saya tidak tahu apa yang akan mereka lakoni," katanya. "Mereka meyakinkan saya mereka sedang mempersiapkan sesuatu serius."

Kalau rencana ini benar, berarti negara Kabah itu masih memiliki kebijakan memburu para pengkritiknya, setelah pembunuhan terhadap wartawan the Washington Post, Jamal Khashoggi, di kantor Konsulat Arab Saudi di Kota istanbul, Turki, 2 Oktober tahun lalu.

Pemerintah Saudi tidak mengomentari tuduhan akan menghabisi Baghdadi dan CIA juga menolak berkomentar. Kepolisian Norwegia menyatakan tidak mau mengomentari kasus-kasus pribadi.

Kepolisian Norwegia menerjunkan dua skuad anggotanya ke kediaman Baghdadi. Satu grup untuk memindahkan Baghdadi ke rumah aman dan satu lagi buat memastikan tidak ada pihak-pihak mengikuti proses pemindahan Baghdadi.

Hingga kini belum ada titik terang soak pengusutan kasus pembunuhan Khashoggi. Riyadh membantah tudingan CIA, Turki, dan Senat Amerika: Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman adalah orang memerintahkan untuk menghabisi Khashoggi.

Sampai sekarang mayatnya dimutilasi juga belum ditemukan. Arab Saudi mengklaim telah mengadili sebelas terdakwa, termasuk lima orang dituntut hukuman manti, tapi proses peradilan digelar tanpa dihadiri masyarakat umum atau wartawan.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman larang pangeran-pangeran tidak setia pergi keluar negeri

Masih ada sekitar seratus anggota keluarga kerajaan menghuni penjara bawah tanah di istana Bin Salman.

Sekitar sepuluh wartawan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, 19 Oktober 2018, mengecam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Anak Khashoggi puji kebaikan Bin Salman

Dia membantah sudah membicarakan soal kompensasi dan diyat dengan pemerintah Arab Saudi.





comments powered by Disqus