kabar

Parlemen Libya tetapkan Al-Ikhwan al-Muslimun organisasi teroris

Seorang anggota Al-Ikhwan meminta intervensi militer Turki di Libya.

15 Mei 2019 22:25

Parlemen Libya tadinya berkedudukan di Kota Tobruk kemarin menetapkan kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi teroris. 

Keputusan itu keluar setelah sebagian besar anggota parlemen mendukung rancangan resolusi itu. 

Anggota Komite Pertahanan dan Keamanan Nasional Tarik al-Jarusyi bilang LNA (Tentara Nasional Libya) telah menemukan bukti pimpinan Al-Ikhwan tinggal di Turki dan Qatar.

Parlemen Libya menyatakan tindak hukum bakal diambil terhadap anggota Al-Ikhwan, Muhammad Margham, karena meminta intervensi militer Turki di Libya. 

Mesir, merupakan asal dan pusat Al-Ikhwan dunia, juga sudah menyatakan Al-Ikhwan organisasi teroris dan terlarang setelah Abdil Fattah as-Sisi menumbangkan Presiden Muhamnad Mursi melalui kudeta pada Juli 2013.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Hasan al-Banna, pendiri kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun. (biography.com)

Semua jalan di Mesir memakai nama tokoh Al-Ikhwan al-Muslimun diganti

Ada puluhan jalan di Kairo, Qalibya, Aleksandria, Gharbiya, Daqahliya, Manufia, Bani Suaif, dan Mina memakai nama Hasan al-Banna dan Sayyif Qutb.

Syekh Yusuf al-Qaradawi. (Facebook/Yusuf al-Qaradawi)

Mesir tangkap putri dan mantu Syekh Yusuf Qaradawi

Seperti ayahnya, Ula Qaradawi dan suaminya, Husam Khalaf, dikenai tuduhan terlibat terorisme.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Vonis mati buat Mursi dibatalkan

Mursi sudah menerima vonis 20 tahun, 40 tahun, dan penjara seumur hidup atas tiga kasus lainnya.





comments powered by Disqus