kabar

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

21 Mei 2019 22:51

Ratusan pria dan anak-anak Yahudi ultra-Ortodoks dari kelompok Haredim Sabtu pekan lalu bentrok dengan polisi di Yerusalem.

Mereka berunjuk rasa sebagai protes lantaran panitia lomba menyanyi Eurovision tetap bekerja di hari Shabbat. Sebab menurut ajaran Yudaisme, mulai matahari terbenam pada Jumat hingga surya rebah di hari Sabtu, dilarang bekerja.

Gegara panitia Eurovision diizinkan melaksanakan tugasnya pada Sabtu lalu, sebuah partai Yahudi ultra-Ortodoks menunda perundingan untuk bergabung dalam pemerintahan koalisi mendatang bakal dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Beruntung polisi mendapat bantuan tidak terduga dari empat perempuan langsung melepas baju, sehingga terlihat bra mereka pakai. Karena haram memandang aurat kaum hawa, demonstran Yahudi ultra-Ortodoks itu langsung membubarkan diri.

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram. Kalau menemukan poster perempuan, biasanya dicoret-coret wajahnya atau dirusak gambarnya.

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Menteri Yaqut: Belum ada kepastian soal pelaksanaan haji 2021

Gegaran pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu.

Dura Besar Indonesia untuk Iran Ronny Prasetyo didampingi Sekretaris Pertama KBRI Teheran Fikri Fikriansyah bertemu lima warga Indonesia bekerja sebagai awak kapal Ruby. (KBRI Teheran buat Albalad.co)

Iran bebaskan lima awak kapal asal Indonesia dari penjara

Mereka dibebaskan Desember tahun lalu karena tidak terbukti terlibat penyelundupan minyak.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.





comments powered by Disqus