kabar

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

23 Mei 2019 17:10

Arab Saudi berencana mengeksekusi tiga ulama moderat lantaran dianggap membangkang terhadap Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman segera sehabis Ramadan. 

Ketiga ulama itu - Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari - telah dikenai dakwaan terorisme dan dituntut hukuman mati dalam sidang digelar secara rahasia. 

Syekh Salman ditangkap di rumahnya pada September 2017 setelah menyarankan Arab Saudi berdamai dengan Qatar melalui akun Twitternya. 

Arab Saudi bareng Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni 2017 dengan alasan Qatar menyokong terorisme. Keempat negara Arab ini juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara atas Qatar. 

Ketiga ulama bakal segera dieksekusi itu memiliki banyak pengikut di media sosial. Syekh Salman saja mempunyai 13,4 juta penggemar di Twitter. Acara televisi Bagi Pemuda dipandu oleh Dr. Ali juga kebanjiran penonton.

Dua sumber dalam pemerintahan Arab Saudi membenarkan soal rencana pelaksanaan hukuman mati terhadap Syekh Salman, Syekh Awad, dan Dr. Ali. Ketiganya sedang menunggu sidang lanjutan di Pengadilan Pidana Khusus di Ibu Kota Riyadh, tadinya dijadwalkan pada 1 Mei ditunda tanpa waktu jelas.

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber. 

Sumber kedua bilang eksekusi terhadap 37 orang, kebanyakan penganut Syiah, menjadi uji coba apakah bakal mendapat kecaman dari para pemimpin dari negara lain. 

Waktu pelaksanaan hukuman mati terhadap ketiga ulama moderat itu akan ditentukan pula oleh perkembangan dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. 

Hingga kabar ini dilansir, Middle East Eye belum berhasil mendapatkan komentar dari pemerintah Arab Saudi. 

 

 

 

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap lagi anggota keluarga Saad al-Jabri

Sehingga sudah empat kerabat Al-Jabri ditahan, yakni dua anaknya, abangnya, dan kini mantunya.





comments powered by Disqus