kabar

Mantan imam Masjid Al-Haram kritik pemisahan saf lelaki dan perempuan gunakan partisi

Syekh Adil menegaskan pemisahan saf lelaki dan perempuan terjadi saat ini tidak memiliki akar dalam tradisi Islam dan itu merupakan bentuk paranoid (ketakutan sekali) terhadap kaum hawa.

29 Mei 2019 15:07

Syekh Adil al-Kalbani, mantan imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi mengkritik pemisahan saf lelaki dan perempuan dalam salat menggunakan partisi atau hijab.

Dia bilang tradisi itu tidak semasa Nabi Muhammad masih hidup. Dia menjelaskan di zaman Rasulullah, kaum adam salat di bagian depan dan saf golongan hawa di belakang tanpa ada pembatas atau hijab.

Dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Saudi Broadcasting Corporation, Syekh Adil menegaskan pemisahan saf lelaki dan perempuan terjadi saat ini tidak memiliki akar dalam tradisi Islam dan itu merupakan bentuk paranoid (ketakutan sekali) terhadap kaum hawa.

"Menyedihkan sekarang, kita paranoid di dalam masjid merupakan tempat beribadah. Mereka (perempuan) benar-benar terpisah dari saf lelaki, mereka tidak bisa melihat jamaah lelaki dan hanya mendengarkan melalui pengeras suara," kata Syekh Adil. "Kalau pengeras suara mati, mereka tidak tahu apa yang terjadi (saat dalam salat)."

Syekh Adil memuji reformasi dilakukan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, terutama dengan memberikan kebebasan kepada kaum hawa. Ada yang menjadi wakil menteri, duta besar, dan memegang jabatan penting lainnya.

Namun di sisi lain, Bin Salman terus menangkapi dan menahan para pembangkang, termasuk ulama, wartawan, akademisi, pengusaha, pejabat, dan pangeran.

Syekh Adil al-Kalbani, mantan imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (YouTube)

Kontroversi Syekh Adil al-Kalbani

Dia adalah imam pertama masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, berkulit hitam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun kembali dua gereja dirusak ISIS di Mosul

UEA juga akan membangun kembali Masjid Agung An-Nuri, berusia lebih dari 840 tahun. Di masjid inilah, pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mengumumkan berdirinya khilafah dengan dirinya sebagai khalifah.

15 Oktober 2019

TERSOHOR