kabar

Netanyahu gagal bentuk pemerintahan koalisi, Israel gelar pemilihan umum lagi pada 17 September

Ini kali pertama dalam sejarah Israel, calon perdana menteri tidak berhasil membentuk pemerintahan koalisi.

30 Mei 2019 09:34

Tepat sebulan setelah diambil sumpahnya, mayoritas anggota Knesset semalam membubarkan diri dan menyatakan akan menggelar pemilihan umum lagi pada 17 September mendatang, yang kedua tahun ini setelah 9 April lalu.

Ini kali pertama dalam sejarah Israel, calon perdana menteri tidak berhasil membentuk pemerintahan koalisi.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bilang kepada Fraksi Likud, dirinya gagal mencapai kompromi dengan pemimpin Partai Yisrael beitenu Avigdor Liberman mengenai rancangan undang-undang wajib militer bagi kaum Haredi (Yahudi ultra-Otodoks). Dia juga tidak mampu menggaet anggota Knesset dari kubu oposisi untuk bergabung dalam pemerintahannya.

Liberman ingin kaum Haredi harus ikut wajib militer, namun Netanyahu menentang kerasa usulan beleid itu.

Menteri Perlindungan Lingkungan Ze'ev Elkin mengatakan tidak pilihan lain kecuali menggelar kembali pemilihan umum setelah Liberman menlak berkompromi.

Likud memilih mengajukan beleid untuk membubarkan Knesset - disetujui 74 anggota dan ditolak 45 lainnya - ketimbang memberi kesempatan kepada Presiden Reuven Rivlin menunjukkan politikus lain untuk membikin sebuah pemerintahan. Anggota Knesset dari Partai Likud, Miki Zohar, mengaku kecewa atas situasi itu. "Keputusan (menggelar lagi pemilihan umum) tidak akan dikenang sebagai hal positif dalam sejarah kami," ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu telepon video dengan narablog Arab Saudi

Saud awal bulan ini kedatangan dua tamunya asal Israel dan menginap di kediamannya di Ibu Kota Riyadh.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Twitter)

Israel akan gelar pemilihan umum 2 Maret 2020, ketiga dalam setahun

Tapi lantaran tanggal itu bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Musa (Purim), semua anggota Knesset menyepakati pesta demokrasi itu dilangsungkan pada 2 Maret.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Al-Arabiya)

Netanyahu gagal bentuk pemerintahan

Gantz memiliki 28 hari buat membangun sebuah kabinet koalisi. Kalau gagal, maka Israel tahun ini bakal menggelar pemilihan umum ketiga.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Presiden Israel tugaskan Netanyahu bentuk kabinet

Kalau Netanyahu gagal membentuk kabinet seperti terjadi setelah pemilihan umum April lalu, Rivlin bisa memberikan mandat kepada Gantz atau anggota Likud lainnya. Dia juga dapat meminta Knesset memilih seorang calon perdana menteri dengan sokongan 61 anggota dalam waktu 21 hari.





comments powered by Disqus