kabar

Mogok umum dimulai di Sudan

Penduduk Khartum bilang kepada Middle East Eye, situasi di jalan tidak aman. Dia merasa suasana sekarang seperti tahanan rumah massal.

10 Juni 2019 11:45

Rakyat Sudan sejak kemarin melancarkan mogok. Mereka tidak melakukan kegiatan di rumah, termasuk pergi bekerja. 

Alhasil, jalan-jalan di Ibu Kota Khartum pun senyap. Sangat jarang orang atau kendaraan melintas. Sebagian besar bank komersial, pasar, dan perusahaan swasta tutup. Transportasi umum juga jarang beroperasi. 

Bandar udara sepi dan banyak penerbangan dibatalkan. Kebanyakan agen perjalanan tutup lantaran tidak ada sambungan Internet dan harga tiket melambung. 

Sejumlah bank pemerintah dan kantor layanan publik masih beroperasi secara normal.

Di Khartum Utara, polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa. Tapi tidak ada laporan korban jiwa. 

Seruan mogok umum ini disampaikan kubu oposisi dan kelompok-kelompok mengorganisir demonstrasi untuk melawan junta militer dipimpin TMC) Dewan Militer Transisional. Sehabis Presiden Umar al-Basyir dilengserkan pada 11 April lalu, demonstran berkonflik dengan TMC. 

Rakyat menuntut adanya pemerintahan sipil dan mendesak TMC segera mengalihkan kekuasaan. Tapi TMC menolak dan menyerbu demonstran duduk di depan kantor Kementerian Pertahanan di Khartum, Senin dan Selasa, menewaskan 117 orang versi tim medis oposisi. TMC menyebut korban meninggal 61 orang, termasuk tiga anggota pasukan keamanan. 

Penduduk Khartum bilang kepada Middle East Eye, situasi di jalan tidak aman. Dia merasa suasana sekarang seperti tahanan rumah massal. "Orang-orang berusaha menimbun bahan makanan untuk mogok umum," kata seorang demonstran.  

 

 

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Tentara serbu demonstran duduk di Khartum tewaskan 100 orang

Paramiliter memperkosa perempuan, menembaki dan memukuli warga si[il tidak bersenjata.

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Basyir huni sel berpenyejuk udara

Basyir ditangkap dan bakal diadili dengan dakwaan kasus pencucian uang setelah aparat intelijen militer menemukan fulus lebih dari Rp 98 miliar dari kediamannya di Khartum.





comments powered by Disqus