kabar

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.

10 Juni 2019 12:28

Duta Besar Indonesia untuk Sudan Rossalis Adenan memastikan semua warga Indonesia di negara itu dalam keadaan aman dan selamat. 

Dia menambahkan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Khartum terus berkoordinasi dengan warga Indonesia menetap di Sudan dan memantau perkembangan di lapangan. 

"Mahasiswa-mahasiswa kita diliburkan karena tinggal di tempat rawan, seperti Omdurman, kita tampung di Wisma KBRI," kata Rossalis kepada Albalad.co melalui telepon hari ini. 

Dia menekankan situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat. Karena itu, dia meminta pihak keluarga di Indonesia tetap tenang dan tidak terlalu khawatir. 

"Kami menyelenggarakan salat Idul Fitri dengan aman dan lancar, dihadiri lebih dari 600 warga Indonesia," ujarnya.

Rossalis berharap semua pihak mengedepankan dialog inklusif agar proses transisi di Sudan bisa berjalan damai dan lancar. 

Mantan Presiden Sudan Umar al-Basyir saat menjalani sidang kedua di sebuah pengadilan di Ibu Kota Khartum, 7 September 2019. (Sudan Daily)

Mantan Presiden Umar al-Basyir pegang kunci ruangan dalam istana berisi fulus jutaan euro

Basyir pernah memberikan duit lima juta euro kepada Wakil Komandan paramiliter RSF (Pasukan Bantuan Cepat) Abdurrahim Hamdan Dagalo.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Milisi Janjawid beroperasi di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Twitter)

Mogok umum dimulai di Sudan

Penduduk Khartum bilang kepada Middle East Eye, situasi di jalan tidak aman. Dia merasa suasana sekarang seperti tahanan rumah massal.





comments powered by Disqus