kabar

Twitter tutup akun milik dua gadis Arab Saudi kabur ke Turki

Detained in Dubai berkampanye untuk keselamatan Dua dan Dalal.

14 Juni 2019 06:01

Twitter telah menutup akun milik dua gadis Arab Saudi kabur ke Turki, Dua binti Khalid bin Said asy-Syuwaiki dan Dalal binti Khalid bin Said asy-Syuwaiki. 

Dua dan Dalal lari dari rumah orang tua mereka di Kota Jeddah lantaran dipaksa buat menikah. Keduanya kemarin mengaku sudah berada di Turki. 

Radha Stirling, pendiri sekaligus CEO Detained in Dubai, lembaga non-pemerintah pemantau hak asasi manusia di kawasan Arab Teluk, bilang pihaknya sudah menjalin kontak dengan Dua dan Dalal. 

"Akun @SaveDuaDalal dioperasikan oleh @detainedindubai dan mereka bisa mengakses langsung akun ini untuk memberitahu perkembangan terbaru," kata Radha. 

Dua dan Dalal mengungkapkan paspor dan kartu identitas mereka sudah diambil oleh sang ayah, kini sedang mencari keduanya. Mereka meminta bantuan aktivis dan organisasi hak asasi manusia agar bisa mendapat suaka di negara aman. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Laporan intelijen Amerika simpulkan Bin Salman setujui operasi pembunuhan Khashoggi

Keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Kesehatan Yuli Edelstein berswafoto sehabis disuntik vaksin Covid-19 pada 19 Desember 2020 (Twitter)

Tiga negara sudah terima vaksin Covid-19 gratis dari Israel

Netanyahu mengatakan akan menyumbang vaksin Moderna ke 30 negara. Dia membekukan kebijakan ini karena dipertanyakan banyak pihak.

Kapal kargo MV Helios Ray milik konglomerat asal Israel, Abraham Ungar, pada 26 Februari 2021 dihantam ledakan saat berlayar di Teluk Oman. (Katsumi Yamamoto/MarineTraffic.com)

Ledakan hantam kapal kargo milik konglomerat asal Israel di Teluk Oman

MV Helios Ray adalah milik Ray Shipping Ltd., perusahaan berkantor pusat di Tel Aviv. Pemilik sekaligus pendiri perusahaan itu bernama Abraham Ungar, 74 tahun.





comments powered by Disqus