kabar

Detained in Dubai upayakan dua gadis Saudi kabur dapat suaka

"Ayah saya telah mengambil paspor dan kartu identitas kami," kata Dua. "Dia sedang mencari kami sekarang. Kami dalam bahaya."

16 Juni 2019 05:52

Detained in Dubai, lembaga non-pemerintah pemerhati hak asasi manusia di Timur Tengah, berusaha keras agar dua gadis asal Arab Saudi kabur ke Turki mendapat suaka di negara lain.

Dua binti Khalid bin Said asy-Syuwaiki dan adiknya, Dalal binti Khalid bin Said asy-Syuwaiki, lari ke Turki lantaran dipaksa menikah dengan seorang lelaki berusia setengah abad dan sudah memiliki dua istri. Mereka juga mengaku kerap dipukuli keluarganya.

Pendiri sekaligus CEO Detained in Dubai Radha Stirling bilang pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dua dan Dalal. Dia menambahkan kakak adik ini kabur dari orang tua mereka saat keluarganya sedang pelesiran di Turki.

"Kami akan bekerja sama dengan UNHRC (Komisi Tinggi Perserikatan bangsa-Bangsa Urusan pengungsi) agara mereka mendapat suaka," kata Radha kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp Jumat lalu. "Juga mnjaga supaya kasus mereka diberitakan media  sehingga mereka tetap aman."

Lewat akun Twitter Kamis lalu, Dua dan Dalal mengaku sangat ketakutan bakal ditemukan ayahnya. Karena itu, mereka meminta pertolongan organisasi hak asasi manusia untuk mendapat suaka di negara lain.

"Ayah saya telah mengambil paspor dan kartu identitas kami," kata Dua. "Dia sedang mencari kami sekarang. Kami dalam bahaya."

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.





comments powered by Disqus