kabar

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

17 Juni 2019 18:50

Mantan Presiden Sudan Umar al-Basyir didakwa teribat korupsi. Dia tampil pertama kali di depan publik kemarin setelah dilengserkan melalui kudeta pada 11 April lalu.

Berpakaian khas Sudan, bergamis dan bersorban putih, Basyir diangkut menggunakan Toyota land Cruiser menuju kantor Kejaksaan Agung di Ibu Kota Khartum.

Basyir berjalan keluar dari mobil dengan langkah lincah masuk ke dalam gedung kejaksaan, tersenyum, dan berbicara dengan petugas mengawal dirinya. Beberapa menit kemudian, dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

"Dakwaannya adalah Basyir menyimpan mata uang asing dan menerima hadiah-hadiah secara tidak resmi," kata jaksa Aladdin Abdallah. Dia menambahkan Basyir diberi kesempatan untuk memberikan pembelaan. Para pengacaranya menolak menjawab pertanyaan wartawan.

Militer menggulingkan Basyir oada 11 April lalu langsung menahan dia dalam sebuah penjara di Khartum Utara. Kudeta oleh militer ini berlangsung setelah unjuk rasa selama 16 pekan dan mengakhiri kekuasaan Basyir telah berlangsung tiga dasawarsa.



Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Sudan bubarkan partainya mantan Presiden Umar al-Basyir

Pemerintah Sudan juga memutuskan segala simbol rezim Basyir atau NCP dilarang dipakai untuk kegiatan politik selama sepuluh tahun. 

Mantan Presiden Sudan Umar al-Basyir saat menjalani sidang kedua di sebuah pengadilan di Ibu Kota Khartum, 7 September 2019. (Sudan Daily)

Mantan Presiden Umar al-Basyir pegang kunci ruangan dalam istana berisi fulus jutaan euro

Basyir pernah memberikan duit lima juta euro kepada Wakil Komandan paramiliter RSF (Pasukan Bantuan Cepat) Abdurrahim Hamdan Dagalo.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.





comments powered by Disqus