kabar

Trump perintahkan serang Iran tapi dibatalkan tiba-tiba

Penyerbuan sudah berjalan di tahap awal. Jet-jet tempur telah terbang menuju target dan kapal-kapal perang sudah dalam keadaan siaga. Tapi belum ada peluru kendali ditembakkan.

21 Juni 2019 15:17

Presiden Amerika Serikat telah memerintahkan penyerbuan terhadap Iran namun tiba-tiba dibatalkan.

Paling telat pukul tujuh malam waktu setempat, para pejabat militer dan diplomatik memperkirakan penyerbuan itu bakal berlangsung, sehabis terjadi perdebatan sengit di Gedung Putih di kalangan para pejabat keamanan nasional dan pemimpin Kongres, seperti diceritakan sejumlah pejabat senior terlibat dalam pembahasan rencana menyerbu Iran.

Waktu serangan ditentukan menjelang subuh hari ini waktu Iran untuk menghindari jatuhnya korban personel militer dan warga sipil. Ada sejumlah sasaran ditetapkan, termasuk artileri dan radar kepunyaan Iran.

Seorang pejabat senior Amerika mengungkapkan penyerbuan sudah berjalan di tahap awal. Jet-jet tempur telah terbang menuju target dan kapal-kapal perang sudah dalam keadaan siaga. Tapi belum ada peluru kendali ditembakkan.

Tiba-tiba saja Trump berubah pikiran. Serbuan dihentikan taoi tidak jelas alasannya apakah karena logistik atau strategi. Juga belum diketahui apakah rencana serangan ke Iran masih bakal dilanjutkan.   

Serangan ini tadinya sebagai balasan lantaran negara Mullah itu kemarin pagi menembak jatuh pesawat mata-mata nirawak Amerika seharga US$ 130 juta (Rp 180 triliun). Iran mengklaim pesawat itu ditembak jatuh menggunakan peluru kendali darat ke udara karena memasuki wilayah kedaulatan Iran tanpa izin dan itu melanggar ke hukum internasional. Washington berkukuh posisi pesawatnya masih di perairan internasional ketika kena tembak.

Sepanjang hari itu, spekulasi serangan atas Iran meruap di Washington. Para penasihat keamanan nasional berbeda pendapat. Para pejabat senior bilang Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, penasihat keamanan nasional John R. Bolton, dan Direktur CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) Gina haspel menyetujui rencana serbuan ke Iran.

Hubungan kedua negara memanas sejak Mei lalu setelah trump menyatakan akan menambah seribu tentara di Timur Tengah. Situasi bertambah panas setelah Trump menuding Iran mendalangi serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Persia pekan lalu. 

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.





comments powered by Disqus