kabar

Pengadilan Paris adili anak Raja Salman

Jaksa menuntut Puteri Hasa dengan hukuman enam bulan penjara dan denda lima ribu euro.

11 Juli 2019 05:55

Pengadilan di Ibu Kota Paris, Prancis, Selasa lalu mengadili secara in absentia Puteri Hasa, anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.

Jaksa mendakwa Puteri Hasa memerintahkan pengawalnya untuk memukuli dan menghina tukang sedang memperbaiki apartemen mewah keluarganya di Paris. Kejadian itu berlangsung tiga tahun lalu.

Dalam surat dakwaan disebutkan Asyraf Id, lelaki Prancis berdarah Mesir, mengaku diserang oleh pengawal Puteri Hasa setelah anak bangsawan itu menuduh Asyraf mengambil gambar dan merekam video dirinya dan ruangan dalam apartemen pada September 2016.

Asyraf bilang pengawal Puteri hasa memukul dia, mengikat kedua pergelangan tangannya, menodongkan senjata di kepalanya, dan memerintahkan dirinya mencium kaki Puteri Hasa.

Seorang anggota kuasa hukum Puteri Hasa mengatakan kepada CNN di luar ruang sidang, kliennya menolak semua tudingan dan meminta dibebaskan dari dakwaan. Dia menambahkan pemberitaan media atas kasus ini tidak adil bagi Puteri hasa.

Asyraf menjelaskan dirinya tengah memperbaiki kamar mandi apartemen milik Raja SalmanĀ  dan berlokasi di kawasan elite Avenue Foch itu saat memotret furnitur untuk bahan referensi. Ketika sedang mengambil gambar itulah dia menyadari Puteri Hasa terlihat melalui cermin.

Ketika Puteri Hasa melihat Asyraf, dia memerintahkan pengawalnya, Rani Saidi, untuk merampas telepon seluler Asyraf. Asyraf mengklaim Saidi meringkus dan menendang wajahnya.

Asyraf menambahkan Puteri Hasa kemudian menghina dirinya seraya mengatakan, "Kalian semua sama, sialan, anjing, Kamu harus belajar bagaimana berbicara dengan seorang puteri, bagaimana mestinya omong kepada keluarga kerajaan."

Dia mengaku Saidi lantas menodongkan senjata di belakang kepalanya sambil memberikan dirinya dua pilihan: "Cium kaki puteri atau kamu rasakan serangan selanjutnya."

Asyraf memprotes polisi lantaran melepaskan Puteri Hasa setelah dua jam diperiksa. Tiga hari kemudian, kakak tiri dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman itu sudah kembali ke negaranya.

Hakim investigasi beberapa kali gagal menghubungi Puteri Hasa sehingga akhirnya keluar surat perintah penangkapan oleh Interpol pada 2017.

Rani Saidi, hadir dalam sidang Selasa lalu, tegas membantah dakwaan. Dia bercerita dirinya bergegas lari menemui Puteri Hasa karena mendengar teriakannya. "Saya tidak melakukan kekerasan. Saya meringkus dia (Asyraf Id) karena tidak tahu apa ingin dia perbuat," ujarnya.

Dia mengklaim Asyraf ingin menyebarluaskan foto Puteri Hasa lantaran sang puteri sangat tersohor.

Hakim kemudian bertanya, "Tidak pernah ada foto Puteri Hasa diterbitkan sejak dia berumur delapan tahun, jadi bagaimana orang akan mengenai dirinya?"

Saidi mengaku tidak mengetahui penyebab bekas luka di pergelangan Asyraf.

Jaksa menuntut hukuman penjara enam bulan bagi Puteri Hasa dan delapan bulan untuk Rani Saidi. kedua terdakwa juga dituntut denda masing-masing lima ribu euro.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Pengadilan Paris jatuhkan vonis sepuluh bulan penjara bagi putri Raja Salman

Puteri Hasa binti Salman terbukti terlibat penganiayaan seorang tukang sedang merenovasi apartemennya di Paris tiga tahun lalu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Tidak diberi komisi, calo properti gugat mantu Raja Salman

Muhammad Husain menggugat Puteri Nuf binti Khalid bin Abdullah as-Saud senilai Rp 103,7miliar.

Musibah jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. Insiden pada 11 September 2015 ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 lainnya. (Arab News)

Raja Salman masih utang santunan korban derek di Masjid Al-Haram

Musim haji 2015 juga diwarnai musibah menewaskan lebih dari 2.500 orang, kebanyakan asal Iran, akibat tabrakan arus jamaah di jembatan menuju tempat melempar jumrah.





comments powered by Disqus