kabar

Arab Saudi dukung kebijakan Cina tindas muslim Uighur

Arab Saudi sekawan menyatakan Cina berhasil mengembalikan stabilitas keamanan di Xinjiang dan menjamin hak asasi manusia bagi semua kelompok etnis di sana.

15 Juli 2019 00:23

Arab Saudi, Rusia, dan 35 negara lainnya menyurati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyatakan dukungan terhadap kebijakan Cina di Provinsi Xinjiang, dihuni mayoritas muslim, termasuk etnis Uighur.

Barat menuding Cina melanggar hak asasi manusia lantaran menahan sekitar sejuta warga muslim dan menindas etnis Uighur. Sebanyak 22 duta besar pekan ini menandatangani surat ditujukan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, berisi kecaman terhadap Cina atas kebijakannya itu.

Dalam surat sokongannya, Arab Saudi dan 36 negara itu memuji keberhasilan Cina dalam penegakan hak asasi manusia. "Menghadapi tantangan berat soal terorisme dan ekstremisme, Cina telah mengambil sejumlah tindakan dalam konteks kotraterorisme dan deradikalisasi di Xinjiang, termasuk membangun pusat pendidikan ketrampilan dan pelatihan."

Arab Saudi sekawan menyatakan Cina berhasil mengembalikan stabilitas keamanan di Xinjiang dan menjamin hak asasi manusia bagi semua kelompok etnis di sana. Mereka menyebut tidak ada serangan teroris di Xinjiang dalam tiga tahun belakangan, masyarakat di sana merasa bahagia, tercukupi, dan aman.

Selain Arab Saudi dan Rusia, surat dukungan terhadap kebijakan Cina di Xinjiang juga diteken oleh duta besar dari banyak negara Afrika, Korea Utara, venezuela, Kuba, Belarus, Myanmar, Filipina, Suriah, Pakistan, Oman, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus