kabar

Amerika akan batasi pergerakan menteri Iran hanya enam blok di New York

Zarif hanya diizinkan bergerak di area antara markas PBB, kantor perwakilan Iran untuk PBB, dan kediaman duta besar Iran buat PBB.

17 Juli 2019 14:30

Amerika Serikat Serikat akan membatasi pergerakan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif saat menghadiri pertemuan di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York  pekan ini hanya enam blok di kota itu. 

Zarif hanya diizinkan bergerak di area antara markas PBB, kantor perwakilan Iran untuk PBB, dan kediaman duta besar Iran buat PBB.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo membenarkan soal pembatasan itu Senin lalu, seperti dilansir surat kabar the Washington Post.

"Para diplomat Amerika juga tidak bebas bergerak di Teheran," kata Pompeo. "Jadi kami lihat tidak ada alasan bagi para diplomat Iran untuk bebas bergerak di Kota New York."

Pembatasan gerak bagi Zarif berlangsung di tengah ketegangan terjadi antara Amerika dan Iran. 

Beberapa pekan lalu Washington menuding Teheran mendalangi serangan terhadap sejumlah kapal tanker di perairan Teluk Persia. 

Kedua negara nyaris berperang bulan lalu setelah Presiden Amerika Donald Trump memerintahkan menyerbu Iran namun mendadak dibatalkan.

Bulan lalu, Departemen Keuangan Amerika mengumumkan akan memberikan sanksi kepada Zarif namun dibatalkan. 

Zarif bilang kepada the New York Times, pembatasan itu tidak berpengaruh karena dia tidak memiliki aset di luar Iran. 

 

 

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus