kabar

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

23 Juli 2019 15:00

Sebanyak enam wartawan Arab, termasuk Muhammad Saud asal Arab Saudi, tengah mengunjungi Israel atas undangan negara Zionis itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon mengatakan selain dari Arab Saudi, lima wartawan lainnya adalah dua orang asal Irak dan tiga dari Yordania. Dia menambahkan kunjungan wartawan Arab ke Israel bukan yang pertama. "Tapi baru kali ini kami kedatangan jurnalis dari Irak dan Arab Saudi," katanya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Sila baca: Lelaki Yahudi asal Israel berhasil masuk ke Masjid Nabawi

Menurut Nahshon lawatan itu berlangsung sejak Ahad hingga Kamis. Mereka mengunjungi Yerusalem, Ibu Kota Tel Aviv, dan wilayah utara Israel. Tempat-tempat ziarah, termasuk Al-Aqsa, Yad Vashem (Museum Holocaust), Knesset (parlemen Israel), termasuk lokasi mereka kunjungi.

Bahkan, lanjutnya, keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun Nahshon menolak menyebut identitas mereka.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus