kabar

Satu-satunya pembuat sekaligus penjual tempe di Israel

Harga sepapan tempe di Israel Rp 61 ribu.

03 Agustus 2019 22:56

Tempe merupakan makanan khas Indonesia rupanya sudah dikenal di Israel. Profesor Ronit Ricci, pengajar di Departemen Studi Asia dan Perbandingan Agama, Universitas Ibrani, Yerusalem, adalah salah satu penggemar tempe.

Kepada Albalad.co menemui dirinya Kamis lalu di sebuah hotel di Jakarta, Ronit bilang hanya ada satu-satunya pembuat sekaligus penjual tempe di Israel. Tapi pembuat tempe di negara Zionis ini belajar membikin makanan dari kedelai itu bukan di Indonesia, tapi saat tinggal di Jepang.

Namun Ronit tidak mau mengungkapkan nama dan di kota mana pembuat tempe itu tinggal. Dia berjanji akan memberikan nomor telepon seluler sang penjual tempe itu kalau sudah mendapat izin.

Dia mendapat nomor kontaknya melalui mahasiswanya. "Saya sudah tiga tahun berlangganan tempe dari penjual itu. "Saya beli sebulan sekali. Harga satu papannya 15 shekel (Rp 61 ribu)," kata Ronit dengan bahasa Indonesia fasih.

Tempe memang tidak asing bagi Ronit. Sebab pada 2003 dia pernah tinggal setahun di Yogyakarta dan tempe adalah salah satu makanan kesukaannya. Dia tinggal di sana untuk meneliti soal sastra dalam proses islamisasi di nusantara. Karya dia teliti adalah Serat Samud.

Karena tinggal di Yogyakarta pula, Ronit mampu berbahasa Indonesia. Bahkan di kampusnya, sejak 2013, dia mengajar bahasa Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Sadim al-Maliki, perempuan Arab Saudi bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka. (Al-Bawaba)

Seorang pedagang di Jeddah bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka

Sesuai aturan, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 

James Le Mesurier, pendiri organisasi Helm Putih. (Media sosial)

Pendiri Helm Putih tewas bunuh diri

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pekan lalu menuding Le Mesurier memiliki kaitan dengan kelompok-kelompok teroris. 





comments powered by Disqus