kabar

Arab Saudi tawari aktivis bebas dari penjara asal bantah pernah disiksa

Lujain mulanya bersedia menandatangani sebuah dokumen berisi bantahan dia pernah disiksa dan dilecehkan selama dalam penjara.

14 Agustus 2019 18:11

Para pejabat keamanan Arab Saudi menawari aktivis perempuan Lujain al-Hazlul bebas dari penjara dengan syarat mengaku tidak pernah disiksa selama ditahan.

Melalui Twitter, saudara kandung lelakinya, Walid al-Hazlul, bilang Lujain mulanya bersedia menandatangani sebuah dokumen berisi bantahan dia pernah disiksa dan dilecehkan selama dalam penjara.

Namun belakangan para pejabat keamanan Saudi meminta dirinya membikin rekaman video berisi pengakuan tidak pernah dianiaya. Lujain menolak syarat itu. "Diminta muncul dalam video dan membantah pernah disiksa kedengarannya bukan permintaan realistis," kata Walid.

Lujain, 30 tahun, bareng setidaknya sebelas aktivis perempuan Arab Saudi ditahan sejak Mei tahun lalu. Mereka termasuk aktivis getol mengkampanyekan agar kaum hawa di Arab Saudi dibolehkan menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor. Baru pada Juni 2018, izin itu dikeluarkan.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengungkapkan paling tidak tiga aktivis perempuan, termasuk Lujain, ditahan di sel isolasi berbulan-bulan dan disiksa dengan cara disetrum dan dicambuk. Ketiganhya juga mendapat pelecehan seksual.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus