kabar

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

23 Agustus 2019 20:30

Perubahan iklim telah mengakibatkan temperatur global meningkat dan ini mengancam kehidupan manusia.

Karena itu, kalau tidak diantisipasi sejak dini, menurut para peneliti di the Massachusetts Institute of Technology (MIT) di California, Amerika Serikat, ritual haji pun dapat berbahaya bagi kesehatan jamaah.

Risiko itu sudah terasa di musim haji tahun ini dan tahun depan. Bahkan hasil penelitian mereka menyatakan berhaji di 2047 sampai 2052 dan 2079 hingga 2086 makin berbahaya untuk kesehatan jamaah. Sebab di dua periode itu, haji berlangsung pada musim panas.

Sekitar 20-30 jam dalam lima atau enam hari ritual haji berlangsung di luar ruangan. Saat Albalad.co berumrah pada Juni tahun lalu, suhu udara di Makkah pada siang mencapai 46 derajat Celcius.

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

"Ketika haji berlangsung di musim panas, Anda bisa bayangkan, dengan perubahan iklim dan suhu makin naik, kondisi itu tidak layak untuk berkegiatan di luar ruangan," Elfatih Elfatir, memimpin penelitian di MIT soal dampak perubahan iklim terhadap kesehatan jamaah haji.

Kegiatan di luar ruangan itu antara lain wukuf di Arafah dan melempar jumrah di Mina.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya sepuluh ribu orang boleh berhaji tahun ini

Jamaah haji juga boleh berziarah ke makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pelaksanaan haji tahun ini khusus bagi penduduk Saudi

Hingga kemarin, terdapat 161.005 penderita Covid-19 di Arab Saudi, termasuk 1.307 orang meninggal.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Sejarawan Makkah sarankan Arab Saudi batalkan haji

Kalau haji dibatalkan Arab Saudi rugi Rp 1.465 triliun.  





comments powered by Disqus