kabar

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

24 Agustus 2019 06:29

Seorang lelaki Israel Rabu lalu mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem. Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terciptanya perdamaian antara kedua negara, seperti dilansir media setempat.

Kementerian Luar Negeri Israel melansir rekaman video pengibaran bendera Arab Saudi oleh pria Israel tidak disebut identitasnya ini.

"Saya optimistis perdamaian antara Arab Saudi dan Israel terjadi," katanya. "Saya berharap dapat segera mengunjungi negara Kabah itu."

Video pengibaran bendera Arab Saudi oleh warga Israel ini muncul di tengah kian mesra hubungan Saudi-Israel, meski kedua negara belum memiliki hubungan diplomatik.

Awal bulan ini, aktivi perempuan Arab Saudi, Suad asy-Syammari, bilang sebagian besar warga Saudi ingin mengunjungi Israel. "Melawat ke israel adalah impian banyak orang Saudi, dan warga negara Arab lainnya," ujarnya kepada Israeli Public Broadcaster (Kan).

Bulan lalu, wartawan Arab Saudi, Muhammad Saud, mengunjungi negara Zionis itu atas undangan Kementerian Luar Negeri Israel. Selama di sana, dia bertemu Perdana Menteri benjamin netanyahu.

Saud juga berziarah ke Masjid Al-Aqsa, tapi dia dilempari dan diludahi oleh warga Palestina karena dianggap pengkhianat.

Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah berpose bareng Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, dalam sebuah acara di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, 17 Juli 2019. (Courtesy)

Bahrain penjarakan warganya tiga tahun karena bakar bendera Israel

Ini kali pertama negara Arab memenjarakan warganya lantaran membakar simbol negara Zionis itu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua warga Iran meninggal akibat terinfeksi virus corona

Ini kematian pertama penderita virus corona di Timur Tengah.

Manuskrip Al-Quran diklaim tertua sejagat ditemukan Juli 2015 di perpustakaan Universitas Birmingham. Inggris. (University of Birmingham)

Arab Saudi terjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Ibrani

Empat kekeliruan serius lainnya adalah menghapus nama Nabi Muhammad.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. (Saudi Gazette)

Saudi larang pemegang paspor Israel berkunjung

Dia menambahkan Saudi dapat mengubah kebijakannya kalau perdamaian antara Palestina dan Israel sudah tercapai.





comments powered by Disqus