kabar

Mantan Presiden Sudan Al-Basyir terima fulus Rp 354 miliar dari anak Raja Salman

Al-Basyir bilang uang itu dipakai buat sumbangan.

01 September 2019 00:47

Dalam sidang perdana digelar kemarin di Ibu Kota Khartum, Presiden Sudan Umar al-Basyir mengaku kepada hakim, dirinya menerima fulus US$ 25 juta (kini setara Rp 354,7 miliar) dikirim dengan pesat jet pribadi.

Al-Basyir membuat pengakuan itu setelah hakim menyatakan dirinya dikenai dakwaan korupsi dan kepemilikan mata uang asing secara ilegal. Dia bilang duit dari anak Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu dipakai buat beragam sumbangan bukan untuk kepentingan pribadi.

"Manajer kantor saya ... menerima telepon dari kantor Putera Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, menyatakan dia memiliki "pesan" akan dikirim dengan sebuah jet pribadi," kata Al-Basyir. "Kami diberitahu putera mahkota tidak ingin namanya muncul ."

Karena itulah, menurut Al-Basyuir, dirinya menyimpan duit dalam jumlah sangat banyak itu di rumahnya. Sebab kalau disimpan di bank sentral Sudan atau Kementerian Keuangan harus diketahui sumber dananya.

Dia menjelaskan uang dari Bin Salman itu dia gunakan buat menyumbang kepada RSF (Pasukan Sokongan cepat) - paramiliter melengserkan Al-Basyir dari kekuasaan - sebesar US$ 5 juta, US$ 4 juta bagi sebuah universitas di Sudan, dan US$ 2 juta untuk sebuah rumah sakit militer.

Al-Basyir mengatakan dirinya tidak mau menolak kiriman fulus dari calon raja Arab Saudi itu karena tidak ingin membikin marah negara memiliki hubungan istimewa dengan Sudan.

Dia mengaku tidak mengetahui alasan Bin Salman mengirim uang tunai sebanyak itu. Bin Salman hanya bilang agar Al-Basyir memanfaatkan fulus itu terhadap hal-hal tepat.

Seorang penyelidik sebelumnya bilang kepada hakim, Al-Basyir menerima US$ 90 juta dari keluarga kerajaan Arab Saudi.

Kantor kmunikasi pemerintah Saudi belum berkomentar atas kesaksian Al-Basyir itu.

Hakim menolak permohonan dari tim kuasa hukum Al-Basyir, agar kliennya dibebaskan dengan jaminan. Sidang ditunda hingga Sabtu pekan depan.

Aparat keamanan menemukan jutaan mata uang asing saat menangkap Al-Basyir di rumahnya sepekan setelah dia ditumbangkan pada April lalu.

Mantan Presiden Sudan Umar al-Basyir saat menjalani sidang kedua di sebuah pengadilan di Ibu Kota Khartum, 7 September 2019. (Sudan Daily)

Sudan bersedia serahkan mantan Presiden Basyir ke ICC

ICC memburu Basyir atas tuduhan kejahatan kemanusiaan dan genosida terkait konflik bersenjata di Darfur.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Pengadilan Sudan jatuhkan vonis dua tahun bagi mantan Presiden Umar al-Basyir karena korupsi

Basyir sebelumnya mengaku menerima uang US$ 25 juta dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan sudah dia bagikan untuk kegiatan amal.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Sudan bubarkan partainya mantan Presiden Umar al-Basyir

Pemerintah Sudan juga memutuskan segala simbol rezim Basyir atau NCP dilarang dipakai untuk kegiatan politik selama sepuluh tahun. 

Mantan Presiden Sudan Umar al-Basyir saat menjalani sidang kedua di sebuah pengadilan di Ibu Kota Khartum, 7 September 2019. (Sudan Daily)

Mantan Presiden Umar al-Basyir pegang kunci ruangan dalam istana berisi fulus jutaan euro

Basyir pernah memberikan duit lima juta euro kepada Wakil Komandan paramiliter RSF (Pasukan Bantuan Cepat) Abdurrahim Hamdan Dagalo.





comments powered by Disqus