kabar

Arab Saudi tahan 181 warga Indonesia karena hendak berhaji tanpa izin

Puluhan warga Indonesia lainnya terkatung-katung usai melaksanakan ibadah haji karena tidak memiliki tiket pulang.

05 September 2019 14:10

Aparat berwenang Arab Saudi menangkap 181 warga Indonesia di sebuah apartemeen dan penampungan di Kota Makkah sebelum masuk waktu pelaksanaan haji lalu. Mereka ditahan di rumah tahanan imigrasi karena ingin berhaji tanpa berbekal visa dan surat izin berhaji.

Selain itu, terdapat puluhan warga Indonesia terkatung-katung usai melaksanakan ibadah haji karena tidak memiliki tiket pulang. Sebagian lainnya terlunta-lunta kepulangannya karena diberangkatkan dengan visa kerja dan tidak diuruskan izin keluarnya oleh biro perjalanan memberangkatkan, sehingga mereka tertahan di bandar udara.

Berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) dilakukan oleh Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, sebagian besar dari 181 orang itu mengaku tertipu tawaran berhaji oleh seorang pegawai biro perjalanan, ikut terjaring dalam operasi tersebut. Pelaku juga dimasukkan ke dalam sel tahanan imigrasi Arab Saudi, seperti dilansir dalam siaran pers KJRI Jeddah diterima Albalad.co hari ini.

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin menyesalkan berulangnya peristiwa penahanan terhadap warga Indonesia karena hendak berhaji di luar prosedur telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi dan Indonesia. Dai menambahkan musim haji tahun ini jumlah warga Indonesia dibekuk pihak keamanan Arab Saudi kian meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kebanyakan dari mereka adalah korban penipuan dari orang mengaku menguruskan Haji ONH Plus, tetapi ternyata visa digunakan untuk memberangkatkan mereka bukan visa haji. "Perkiraan saya masih ada di luar sana orang kita masih belum bisa pulang karena terkendala visa," katanya.

Hery mengimbau mengimbau agar calon jamaah lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak menjanjikan dapat memberangkatkan haji dengan cepat. Calon jamaah diminta secara aktif memeriksa izin perusahaan penyelenggara ibadah haji dengan otoritas terkait di tanah air.

Pelaksana Fungsi Konsuler-1 sekaligus Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga KJRI Jeddah Safaat Ghofur menyebutkan KJRI hingga saat ini telah memberikan pendampingan terhadap 201 warga Indonesia. "Sebanyak 195 orang telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Sisanya hingga saat ini masih diupayakan agar bisa segera dipulangkan juga," ujarnya.

Dia menambahkan masih ada lima jamaah tertunda pemulangannya karena tidak memiliki tiket pulang. Mereka korban penipuan dari orang mengaku dari biro perjalanan haji dan umrah.

Staf Teknis Konsul Imigrasi Ahmad Zaeni - melakukan BAP terhadap para korban di tahanan imigrasi - mengungkapkan 181 warga Indonesia itu dijanjikan oleh pegawai biro perjalanan haji akan dihubungkan dengan muassasah selaku penyedia paket haji, termasuk visa, tenda Arafah-Mina, katering, dan transportasi. "Dari keterangan mereka, biayanya antara Rp 60-200 juta per orang. Penawaran itu menyebar dari orang ke orang," tuturnya.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya 13 warga Indonesia berhaji tahun ini

Ada yang berprofesi sebagai perawat, guru, dan ibu rumah tangga.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berangkatkan jamaah haji tahun ini

Ini bukan kali pertama, Indonesia tidak mengirim jamaah haji ke Arab Saudi, keputusan serupa berlaku semasa perang, yakni pada 1946-1948.

Jamaah haji Iran saat meneriakkan slogan Mampus Amerika dan Mampus Israel. (Twitter)

Jamaah haji Iran teriakkan slogan Mampus Amerika dan Mampus Israel saat wukuf

Kedua slogan itu diteriakkan saat pesan dari pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dibacakan.





comments powered by Disqus