kabar

Mantan Presiden Umar al-Basyir pegang kunci ruangan dalam istana berisi fulus jutaan euro

Basyir pernah memberikan duit lima juta euro kepada Wakil Komandan paramiliter RSF (Pasukan Bantuan Cepat) Abdurrahim Hamdan Dagalo.

08 September 2019 21:15

Dalam sidang kedua di sebuah pengadilan di Ibu Kota Khartum kemarin, mantan kepala staf kepresidenan Sudan Yasir Basyir bilang bekas Presiden Umar al-Basyir adalah satu-satunya orang memegang kunci ruangan berisi fulus jutaan euro dalam istana.

Umar al-Basyir didakwa memiliki mata uang asing dalam jumlah besar secara ilegal dan korupsi. Setelah dilengserkan melalui kudeta militer April lalu, dia dibekuk di rumahnya. Aparat keamanan juga menyita uang jutaan dlar Amerika Serikat dalam penangkapan itu.

Yasir, saksi meringankan bagi Umar al-Basyir, mengungkapkan beberapa bulan menjelang tumbang, mantan presiden itu memberi dia uang tunai lebih dari sepuluh juta euro untuk dibagikan kepada beragam pihak.

Yasir, bekerja untuk Basyir sejak September 2018, mengatakan Basyir pernah memberi dia duit lima juta euro untuk diserahkan kepada Wakil Komandan paramiliter RSF (Pasukan Bantuan Cepat) Abdurrahim Hamdan Dagalo.

Uang itu diserahkan kepada Abdurrahim dengan saksi abangnya, Muhammad Hamdan Dagalo, Komandan RSF sekaligus Wakil Ketua Dewan Militer Transisional, berkuasa setelah Basyir jatuh. Dia sekarang anggota Dewan Kedaulatan, dibentuk berdasarkan kesepakatan antara militer dan pengunjuk rasa,

Penerima fulus lainnya dari Basyir termasuk Kementerian Pertahanan, personel militer dan sipil untuk kebutuhan menjalani perawatan medis. Namun yasir mengaku tidak mengetahui sumber dari uang itu dan cuma mengikuti perintah Basyir.

Abdul Munim MUhammad, akuntan di Universitas Internasional Afrika, juga bersaksi buat Basyir, mengatakan direktur dan wakil direktur kampus itu menerima duit tunai empat juta euro.

Basyir, bergamis dan bersorban serba putih. tidak memberikan keterangan dalam sidang kedua itu.

Ketika sidang perdana digelar pekan lalu, Basyir membantah terlibat korupsi. Dia mengakui menerima kiriman fulus US$ 25 juta dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.

Milisi Janjawid beroperasi di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Twitter)

Mogok umum dimulai di Sudan

Penduduk Khartum bilang kepada Middle East Eye, situasi di jalan tidak aman. Dia merasa suasana sekarang seperti tahanan rumah massal.





comments powered by Disqus