kabar

Kapal pesiar raja dan emigrasi massal rakyat Maroko

Citra Raja Muhammad dan keluarganya memang sudah buruk lantaran lebih senang tinggal di luar negeri ketimbang di negara sendiri dan doyan belanja barang-barang supermahal.

09 September 2019 05:52

Lusinan orang Juli lalu berkumpul di atas Badis 1, kapal pesiar baru kepunyaan Raja Maroko Muhammad, tengah berlabuh di Madiq, kota kecil di tepi Laut Mediterania.

Raja Muhammad mengundang kau elite dari Rabat dan Kasablanka, tapi mereka mesti naik ke atas kapal dengan kaki telanjang agar tidak merusak jembatan, dalam peresmian kapal pesira sepanjang 70 meter itu, termasuk yang terbesar sejagat. Kapal pesiar itu bikinan perusahaan asal Italia, Perini Navi.

Tetamu terhormat itu sejatinya dua kali mengunjungi Madiq. Undangan pertama disampaikan sehari sebelumnya. Ketika mereka sudah tiba di sana, tanpa pemberitahuan, peresmian Badis 1 ditunda 24 jam.

Mereka kembali besoknya dengan busa terbaik. Kali ini Raja Muhammad menyambut mereka, ditemani tiga sahabatnya merupakan petarung bebas dari Jerman berdarah Maroko: Abu Bakar, Usman, dan Umar Azaitar.

Raja Muhammad sejatinya sudah mempercantik kapal pesiar lamanya: Al-Bughaz memiliki panjang 62 meter. Tapi untuk merayakan dua dasawarsa dirinya menjadi penguasa Maroko, dia membeli kapal pesiar baru lebih besar dan modern.

Surat kabar Tel Quel melaporkan pemilik lama Badis 1, miliarder bernama Bill Duker, mematok harga 88 juta euro. Tapi tidak ada penjelasan berapa Raja Muhammad membeli badis 1 lantaran pihak istana bungkam.

Raja Muhammad memang tenggelam dalam kehidupan glamor dan foya-foya. Dia pernah membeli jam Philippe Patek buatan Swiss seharga US$ 1,2 juta. Jam langka ini bertabur 893 butir berlian seberat 4.468 karat. Jam jenis ini pertama kali diluncurkan pada 1976.

Padahal rakyatnya hidup dalam kesusahan dan kemiskinan. Inilah membikin banyarak rakyat Maroko pindah lewat laut ke Spanyol. Tahun lalu saja, 22 persen dari 57 ribu imigran ilegal tiba di pantai-pantai Spanyol adalah warga Maroko. Di paruh pertama tahun ini, jumlah rakyat Maroko pindah ke Spanyol mencapai 30 persen dari total pendatang haram.

Data-data semacam ini memang tidak muncul di situs resmi Kementerian Dalam Negeri Spanyol Tapi Madrid melaporkan emigrasi massal ini ke badan-badan terkait di Eropa.

Spanyol adalah pintu utama bagi warga Maroko ingin bermukim di Eropa. Hasil survei tahun ini dilansir BBC berbahasa Arab menunjukkan 44 persen orang Maroko ingin pindah ke negara lain. Jumlah ini naik 17 persen dibanding tiga tahun lalu. Bahkan 70 persen dari rakyat Maroko berumur di bawah 30 tahun sudah tidak betah tinggal di negaranya dan ingin pergi ke negara lain.

Sekitar setengah dari hampir 36 juta rakyat Maroko menginginkan ada perubahan politik dalam waktu cepat.

Media-media konvensional di Maroko memang tidak berani mengkritik kelakukan Raja Muhammad dan keluarganya doyan hidup glamor. Namun di media sosial, penguasa negara Arab magribi itu kebanjiran kecaman.

Citra Raja Muhammad dan keluarganya memang sudah buruk lantaran lebih senang tinggal di luar negeri ketimbang di negara sendiri dan doyan belanja barang-barang supermahal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Laporan intelijen Amerika simpulkan Bin Salman setujui operasi pembunuhan Khashoggi

Keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Kesehatan Yuli Edelstein berswafoto sehabis disuntik vaksin Covid-19 pada 19 Desember 2020 (Twitter)

Tiga negara sudah terima vaksin Covid-19 gratis dari Israel

Netanyahu mengatakan akan menyumbang vaksin Moderna ke 30 negara. Dia membekukan kebijakan ini karena dipertanyakan banyak pihak.

Kapal kargo MV Helios Ray milik konglomerat asal Israel, Abraham Ungar, pada 26 Februari 2021 dihantam ledakan saat berlayar di Teluk Oman. (Katsumi Yamamoto/MarineTraffic.com)

Ledakan hantam kapal kargo milik konglomerat asal Israel di Teluk Oman

MV Helios Ray adalah milik Ray Shipping Ltd., perusahaan berkantor pusat di Tel Aviv. Pemilik sekaligus pendiri perusahaan itu bernama Abraham Ungar, 74 tahun.





comments powered by Disqus