kabar

Takut dipenjara karena berusaha tonton bola di stadion, gadis Iran bakar diri hingga tewas

Setelah Arab Saudi mencabut larangan serupa tahun lalu, Iran menjadi satu-satunya negara di dunia melarang kaum hawa menonton pertandingan sepak bola di stadion.

11 September 2019 21:03

Setelah dirawat sembilan hari di rumah sakit akibat luka bakar di 90 persen tubuhnya, Sahar Khodayari, 30 tahun, akhirnya mengembuskan napas terakhir kemarin. Gadis penggemar sepak bola ini nekat membakar diri di depan kantor pengadilan di Ibu Kota Teheran pada 1 September lalu sebagai protes atas ancaman penjara enam bulan terhadap dirinya.

Kepada kantor berita Rokna, kakaknya bilang Sahar ditangkap Maret lalu karena berusaha menyusup masuk ke dalam Stadion Azadi di Teheran, untuk menyaksikan laga tim kesayangannya FC Esteghlal melawan Al-Ain dari Uni Emirat Arab dalam laga Piala AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).

Keluarganya mengatakan Sahar berangkat dari Qom ke Teheran dengan menyamar menjadi lelaki supaya bisa masuk ke dalam stadion tapi ketahuan, seperti dilansir surat kabar Sharvand. Polisi lantas menangkap dan menahan dia tiga malam di Qarchak. Sahar kemudian dibebaskan lantaran penanganan kasusnya ditunda.

Sahar mengetahui ancaman hukuman setengah tahun penjara itu dari pejabat di kantor kejaksaan di Teheran, saat Sahar datang mengambil telepon seluler miliknya disita.

Akun Twitter FC Esteghlal membenarkan soal kematian Sahar. Dia memang dikenal sebagai pecinta FC Esteghlal dan tersohor dengan panggilan Gadis Biru, sesuai warna kostum klub idolanya itu.

Setelah Arab Saudi mencabut larangan serupa tahun lalu, Iran menjadi satu-satunya negara di dunia melarang kaum hawa menonton pertandingan sepak bola di stadion.

Masyail al-Jalud, perempuan Arab Saudi berumur 33 tahun, pelesiran ke mal di Kota Jeddah mengenakan blus dan rok pada September 2019. (Twitter)

Tolak berabaya, perempuan Saudi pelesiran ke mal pakai blus dan rok

Bin Salman menyebut Islam tidak mewajibkan perempuan berabaya dan berjilbab serba hitam.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Saudi jual gedung konsulat tempat pengawal Bin Salman bunuh Khashoggi

Sampai sekarang Riyadh menolak mengungkap di mana potongan-potongan tubuh Khashoggi disembunyikan.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.





comments powered by Disqus