kabar

Arab Saudi segera adili lagi ulama-ulama pengkritik Bin Salman

Dalam sidang sebelumnya,jaksa telah menuntut hukuman mati terhadap Syekh Salman, Syekh Awad, dan Syekh Ali al-Umari.

19 September 2019 21:20

Pihak berwenang Arab Saudi hari ini memindahkan sejumlah ulama ditahan lantaran mengkritik Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman ke Ibu Kota Riyadh.

Melalui akun Twitternya, lembaga pemantau hak asasi manusia di Arab Saudi, Prisoners of Conscience, mengungkapkan ulama-ulama itu akan segera menjalani sidang dalam beberapa hari ke depan. "Kami mendapat kepastian Syekh Salman al-Audah juga dipindahkan hari ini ke Riyadh untuk menjalani sidang dalam beberapa hari mendatang."

Selain Syekh Salman, para ulama yang dipindahkan itu termasuk Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Safar al-Hawali.

Dalam sidang sebelumnya,jaksa telah menuntut hukuman mati terhadap Syekh Salman, Syekh Awad, dan Syekh Ali al-Umari.

Ketiga ulama moderat dan tersohor ini ditangkap pada September 2017 dengan tuduhan terorisme.

 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap lagi anggota keluarga Saad al-Jabri

Sehingga sudah empat kerabat Al-Jabri ditahan, yakni dua anaknya, abangnya, dan kini mantunya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tahan paman, adik sepupu, dan 30 pangeran serta perwira militer dalam hotel di Riyadh

Bin Nayif dan Pangeran Ahmad bersama puluhan pangeran dan perwira militer ditangkap sejak Maret lalu.





comments powered by Disqus